Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Inilah Kapasitas Produksi Rumput Laut di Nunukan, Wabup Hanafiah: Potensi Migas Tergeser

Wakil Bupati (Wabup) Nunukan Hanafiah, beber kapasitas produksi rumput laut di Kabupaten Nunukan.

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/FEBRIANUS FELIS
Wahyu Ningsih Sura Putri (13), siswi Kelas V, SD 002 Muhammadiyah, bersama yang lainnya melakukan aktivitas mabetang di penjemuran rumput laut, Jalan Tanjung, Nunukan, Kalimantan Utara. 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Wakil Bupati (Wabup) Nunukan Hanafiah, beber kapasitas produksi rumput laut di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara mencapai 3.500 ton per bulan.

Wabup Nunukan, Hanafiah mengatakan, sektor Agribisnis menjadi terobosan AMANAH (Asmin Laura-Hanafiah) dalam memimpin Nunukan dalam lima tahun ke depan.

Hal itu lantaran potensi sektor pertanian dalam arti luas di Nunukan lebih dominan dibanding sektor Migas.

"Sektor Agribisnis perlu kami dorong, karena potensinya lebih dominan. Potensi Migas tergeser. Sumber APBD kita bisa menggeser potensi Migas," kata Hanafiah kepada TribunKaltara.com, Rabu (13/10/2021) sore.

Baca juga: Hadapi Pandemi Covid-19, Wabup Nunukan Akui UMKM Pakai E-Commerce Pasarkan Produk

Baca juga: Wabup Nunukan Hanafiah Menceritakan, Dilema Tinggal di Perbatasan

Baca juga: Selama Daring, Pelajar di Nunukan Pilih Kerja untuk Bantu Orangtua Mengikat Rumput Laut

Menurutnya, sebagian besar masyarakat di Nunukan beraktivitas di sektor penamaan sawit dan budidaya rumput laut.

Padahal, dulunya kata Hanafiah, sedikit sekali warga yang mau menanam rumput laut, lantaran air laut di Nunukan cukup keruh.

Ternyata rumput laut di Nunukan cukup baik hasilnya sekarang.

Kapasitas produksi capai 3.500 ton per bulan.

"Kami akan kembangkan ini, tinggal nanti bagaimana rumput laut bisa jadi produk yang nilai jualnya lebih bersaing di pasaran," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved