Breaking News:

Berita Kubar Terkini

Pencemaran Lingkungan di Kutai Barat, PT GBU Patuhi Sanksi Administrasi dan Bangun Settling Pond

Pihak perusahaan tambang batu bara PT Gunung Bara Utama (GBU) menyatakan siap mematuhi sanksi yang diberikan oleh Pemerintah Daerah.

Penulis: Zainul | Editor: Mathias Masan Ola
HO/GBU
Illustrasi Settling Pond. HO/GBU 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Pihak perusahaan tambang batu bara PT Gunung Bara Utama (GBU) menyatakan siap mematuhi sanksi yang diberikan oleh Pemerintah Daerah.

Terkait tercemarnya aliran Sungai Kedang Pahu, di Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) yang terjadi beberapa waktu lalu.

Hal tersebut disampaikan oleh Section Head and Comrel PT GBU, Dennis saat memberikan sejumlah materi kepada para mahasiswa Poltek Sendawar kemarin.

Menurutnya hingga saat ini surat keputusan (SK) Bupati perihal sanksi tersebut masih belum diterima oleh pihak perusahaan.

"Sebagai bentuk tanggung jawab kita siap mematuhi sanksi yang akan diberikan. Walau sampai sekarang belum terima surat resminya, kemarin sudah sempat lihat draftnya saja," ucap Dennis, Rabu (13/10).

Baca juga: Sungai Tercemar Oli, Pendistribusian Air Bersih Dicover Sementara dari IPA Kampung Satu Tarakan

Baca juga: Minta KSOP Batasi Kapal Ponton dan Tugboat di Sungai Mahakam, Ketua DPRD Kukar: Air Sungai Tercemar

Baca juga: Sempat Terhenti Tiga Pekan karena Sungai Tercemar, IPA di Kecamatan Ini Kembali Beroperasi

Dijelaskannya bahwa pihak perusahaan sejak kejadian tak terduga tersebut langsung bertindak untuk memperbaiki penyebabnya. Yakni dengan memperbaiki dan menambah settling pond yang sempat meluap akibat dari kejadian alam di Kubar.

"Untuk settling pond utama sudah kita perbaiki, bahkan kita tambah juga settling pond kecil yang semula berjumlah 12 menjadi 16. Untuk mengantisipasi terulangnya kejadian kemarin," tambahnya.

Sementara itu, sebagai bentuk tanggung jawab lainnya kepada masyarakat yang terdampak. Pihak perusahaan juga sudah mengupayakan menyediakan sumur pompa bagi kampung yang sangat terdampak. Dan penyediaan sumur pompa tersebut masih dalam proses hingga sekarang ini.

"Untuk pembuatan sumur pompa sekarang masih dalam tahap Purchase Order (PO). Ada belasan titik yang sudah disepakati dengan pihak kecamatan. Semoga segera bisa terlaksana juga," jelasnya. 

Baca juga: Sungai Tercemar, Setengah Juta Penduduk Terancam Tanpa Air Bersih

Disampaikan pihak perusahaan bahwa tercemarnya aliran sungai yang terjadi beberapa waktu lalu tersebut bukan murni disebabkan oleh pihak perusahaan.

Namun kepada kejadian alam yang terjadi di wilayah tersebut. Dikarenakan intensitas hujan yang sangat tinggi dan terjadi terus menerus selama beberapa hari.

"Settling pond nya memang sudah sesuai dan bisa berfungsi normal. Namun karena kejadian alam yang tidak terduga karena hujan yang tidak biasa tersebut. Maka settling pond utama dan yang kecil juga meluap. Namun sekarang sudah diperbaiki dan ditambah settling pond nya," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved