Berita Nasional Terkini
Sosok Basaria Panjaitan, Jenderal Polisi Wanita yang Mendamaikan Rocky Gerung dengan PT Sentul City
Nama Basaria Panjaitan tiba-tiba jadi sorotan setelah berperan menengahi kasus yang melibatkan Rocky Gerung, dengan PT Sentul City Tbk
"Saya yakin apa yang ingin kami kembangkan ini sejalan dengan pemikiran para stakeholders yang banyak memberikan input kepada kami termasuk Bapak Rocky Gerung,” ujar Basaria, Minggu (10/10/2021).
“Bapak Rocky Gerung yang memiliki pemikiran futuristik terkait bagaimana membangun keseimbangan lingkungan. Konsep kampung hijau yang ramah lingkungan yang digagas Bapak Rocky Gerung sejalan dengan pemikiran kami,” tambahnya.
Lalu siapa sebenarnya Basaria Panjaitan?
Inspektur Jenderal Polisi Basaria Panjaitan merupakan perempuan pertama yang menjadi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Baca juga: TERKUAK Duduk Perkara Rumah Rocky Gerung Terancam Dibongkar Satpol PP & Munculnya Somasi Sentul City
Basaria Panjaitan juga adalah perempuan pertama yang berpangkat bintang dua dalam sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara pada 20 Desember 1957.
Merupakan anak terakhir dari 8 bersaudara.
Pendidikan sekolah dasarnya, Basaria Panjaitan selesaikan di SD Nasrani Medan pada 1970.
Kemudian Basaria Panjaitan melanjutkan ke SMP Putri Cahaya dan lulus pada 1976.
Setelah menyelesaikan studi di SMA Negeri 3 Medan, Basaria Panjaitan melanjutkan ke Universitas Jayabaya jurusan Akutansi.
Baca juga: Ngabalin Tak Terima, Balas Rocky Gerung yang Sebut Prabowo & Ketum Parpol Lain Alami Ngabalinisasi
Ketertarikan untuk menjadi polwan muncul ketika mengambil jurusan Hukum Pidana di Sekolah Tinggi IBLAM.
Setelah itu, Basaria Panjaitan juga meneruskan jenjang pendidikannya ke Universitas Indonesia (UI) untuk mempelajari Hukum Ekonomi.
Basaria Panjaitan awalnya mengikuti Sekolah Calon Perwira Polri di Sukabumi, dan lulus sebagai Polwan berpangkat Inspektur Polisi Dua atau Ipda.
Pada tahun 1977, Basaria Panjaitan ditugaskan di Reserse Narkoba Polda Bali.
Ketika itulah, Basaria Panjaitan melanjutkan pendidikan Pascasarjana-nya ke Universitas Indonesia.