Pekan Olahraga Nasional

Sipir Lapas Nunukan Sumbang Medali Emas di PON XX Papua dari Cabor Hand Ball

Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) bertugas sebagai Sipir Lapas Klas IIB Nunukan, Rumondor Damitha Sherly (23), meraih medali emas di PON XX Papua, c

HO/MITHA
Kolase Rumondor Damitha Sherly (23), peraih medali emas di PON XX Papua lewat cabang olahraga (Cabor) Hand Ball (bola tangan). HO/MITHA 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) bertugas sebagai Sipir Lapas Klas IIB Nunukan, Rumondor Damitha Sherly (23), meraih medali emas di PON XX Papua, cabang olahraga (Cabor) Hand Ball (bola tangan), Kamis (14/10/3/2021).

Anak tunggal dari pasangan Davidson C Rumondor (alm) dan Masnah itu merupakan satu dari 14 atlet Hand Ball regu wanita, yang mewakili Kaltim ke kejuaraan PON XX Papua mulai 9-14 Oktober 2021.

Regu Mitha memperoleh emas setelah berhasil menaklukkan lima provinsi termasuk tuan rumah, Papua, Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tangah.

"Dari lima provinsi, paling susah itu dari Jabar (Jawa Barat). Itu tim besar dan dari dulu susah kami kalahkan," kata Mitha kepada TribunKaltara.com, melalui telepon seluler, Jumat (15/10/2021).

Wanita kelahiran Samarinda, 13 Agustus 1998 itu, pernah mengikuti 12 kompetisi bergengsi hingga ke negeri jiran, Malaysia pada 2014 lalu.

Baca juga: Atlet Hand Ball Kaltim Lakukan Latihan Dua Kali Sehari Selama Puslatda di Samarinda

Baca juga: NEWS VIDEO 2.891 Personel Gabungan Polisi dan TNI Dikerahkan Menjelang Closing Ceremony PON XX Papua

Baca juga: Kaltim Turunkan Dua Karateka di PON XX Papua, Keduanya Raih Medali Perunggu

Atlet berhijab itu mulai tertarik pada olahraga Hand Ball sejak di bangku SMK Bhakti Kutai Kartanegara.

"Saya kenal bola tangan sejak sekolah di SMK. Waktu itu ada sosialisasi dari kampus IKIP mengenai olahraga Bola Tangan. Lalu karena waktu SMK saya dapat beasiswa jadi disuruh coba olahraga itu," ucapnya.

"Lama-lama keterusan sampai ikut kejuaraan provinsi, malahan juara satu terus kepilih ikut Timnas. Padahal saya SMP atlet Volly," tambahnya.

Mitha mengaku sudah latihan persiapan untuk kejuaraan PON XX Papua sejak dua tahun lalu.

Untuk Cabor Hand Ball, beber Mitha, baru diikutkan dalam kejuaraan PON.

"Persiapan untuk PON secara mandiri sejak dua tahun lalu. Tahun lalu kan PON XX Papua ditunda karena pandemi. Untuk persiapan selama di Pusat Latihan Daerah di Hotel Mesra, Samarinda, tiga bulan saja. Dan memang Cabor Hand Ball ini baru masuk PON," ujarnya.

Perolehan medali emas tersebut, kata Mitha, tidak terlepas dari dukungan orangtua dan juga pimpinan Lapas Nunukan.

"Alhamdulillah orang tua mendukung. Ibu saya nonton pas tanding melalui live streaming. Kami satu tim ada 14 orang, 7 main dan 7 cadangan," tuturnya.

Baca juga: Kapolri Virtual Bersama Polda Kaltim Beber 86 Kontingen PON XX Papua Dikabarkan Positif Covid-19

Mitha berharap kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, khususnya Gubernur agar selalu memperhatikan para atlet yang sudah mengharumkan nama provinsi melalui berbagai prestasi.

Dia meminta agar Gubernur Kaltim bisa menyediakan lapangan Hand Ball yang sesuai standar agar para atlet Hand Ball bisa latihan dengan maksimal tanpa harus berpindah-pindah tempat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved