Berita Berau Terkini
Motif Batik Khas Bumi Batiwakkal Berau Diharapkan Bisa Bertambah
Keberhasilan Batik Berau meraih juara pertama ajang Dekranasda Award beberapa waktu lalu, menjadi komitmen awal Pemkab Berau mengembangkan batik
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Keberhasilan Batik Berau meraih juara pertama ajang Dekranasda Award beberapa waktu lalu, menjadi komitmen awal Pemkab Berau mengembangkan batik melalui tangan-tangan perajin lokal.
Bupati Berau Sri Juniarsih mengatakan, pengembangan batik lokal sudah berjalan baik. Bahkan sudah diakui tingkat Provinsi Kaltim.
Itu menandakan, perajin Bumi Batiwakkal tak kalah dari daerah unggulan, seperti Kota Samarinda dan Balikpapan.
“Kami tengah menyusun aturan mengenai penggunaan batik lokal. Tapi, pemerintah juga perlu mengasah dan melatih para perajin lebih inovatif dalam menghasilkan batik yang khas,” ungkapnya, Kamis (21/10/2021).
Salah satunya, kata Sri, dengan meningkatkan kemampuan seni rupa batik kepada perajin dengan berkolaborasi dengan pembatik dari Pulau Jawa.
Baca juga: Ketua Dekranasda Berau Minta Para Pengrajin Batik Gabung dengan Koperasi
Baca juga: Ketua Dekranasda Berau Sri Aslinda Gamalis Harap Ada Regenerasi Pengrajin
Baca juga: Outlet Dekranasda di UPBU Maratua Berau Resmi Dibuka, Ini Harapan Sri Juniarsih
Sehingga, motif batik lebih bervariasi dan tidak monoton. Apalagi, sebagian besar pembatik masih didominasi batik tulis.
Berdasarkan hasil berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, mereka siap melakukan pembinaan kepada perajin batik.
“Kalau corak yang paling umum dan sudah dikenal, motif rutun maupun kangkung. Nah, perlu inovasi lagi,” katanya.
Sementara Kepala Diskoperindag Berau, Salim menyampaikan, telah melaksanakan apa yang diinginkan bupati. Bahkan, belum lama ini, dilakukan pelatihan untuk memperkaya motif batik.
Sebab, perajin didorong untuk berinovasi dan menciptakan desain baru, agar tidak monoton, terpaku dan terlena pada satu jenis. Apalagi, wacana batik lokal menjadi seragam wajib ASN maupun pegawai BUMN dan BUMD, menjadi angin segar bagi industri batik lokal.
“Semakin beragam jenis batik, banyak pilihan bagi pembeli. Kami berharap, batik yang beredar semakin bervariasi,” tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pemkab-kembangkan-batik-berau.jpg)