Berita Nunukan Terkini
Dansatgas Pamtas Beber Alasan LO Tentara Diraja Malaysia Berkunjung ke Makotis Yonarmed 18/Komposit
Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 18/Komposit Letkol Arm Yudhi Ari Irawan, beber maksud Liaison Officer (LO) Tentara Diraja Malaysia (TDM)
TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN- Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 18/Komposit Letkol Arm Yudhi Ari Irawan, beber maksud Liaison Officer (LO) Tentara Diraja Malaysia (TDM) berkunjung ke Makotis, Jalan Fatahillah Nunukan, pada Kamis (21/10).
"Iya pada Kamis lalu, kami menerima kunjungan kerja LO Tentara Diraja Malaysia dalam rangka menjalin kerja sama. Mengingat tugas kami di Nunukan baru dua minggu.
Sekaligus menginformasikan akan dibuka lagi pos gabungan bersama (Gabma) dalam waktu dekat," kata Yudhi Ari Irawan kepada TribunKaltim.Co, Sabtu (23/10/2021), pukul 11.00 Wita.
Lebih lanjut Yudhi sampaikan, dalam waktu dekat akan dibuka akses jalan dari wilayah Malaysia ke daerah Sei Manggaris.
Sehingga pos Gabma akan kembali dijaga oleh Satgas Pamtas RI-Malaysia bersama TDM.
Baca juga: Danrem Maharajalila 092 Lepas Satgas Pamtas Batalyon Arhanud 16/SBC/Kostrad
Baca juga: Berikut Prestasi yang Ditorehkan Satgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC/Divif 3 Kostrad Saat di Perbatasan
Baca juga: Serah Terima Alih Kodal Satgas Pamtas RI-Malaysia, Danrem Minta Prajurit TNI Tanamkan Jiwa Korsa
"Kita di sini ada empat pos yang ada gabungan personelnya baik dari Malaysia maupun dari Indonesia. Diantaranya pos Gabma Sei Menggaris, pos Gabma Seliku, pos Gabma Long Midang, dan pos Gabma Pakelalan," ucapnya.
Sehingga, LO TDM bermaksud untuk memperkuat sinergitas dengan Satgas Pamtas Yonarmed 18/Komposit dalam mencegah kegiatan ilegal di wilayah perbatasan RI-Malaysia.
"Perkiraan akhir Oktober atau awal November pos Gabma akan dibuka. Bahkan, nanti akan ada patroli bersama dengan Malaysia di sejumlah patok perbatasan," ujarnya.
Meski baru bertugas dua minggu di Bumi Penikindi Debaya, Yudhi mengaku sudah meninjau beberapa wilayah yang berbatasan langsung dengan negeri jiran, Malaysia.
"Saya sudah meninjau ke wilayah Krayan, selama dua tahun berturut-turut sejak pandemi, barang kebutuhan pokok di sana itu berasal dari dalam negeri. Kalau sebelumnya berasal dari Malaysia," tuturnya.
Yudhi menuturkan dampak dari Malaysia lockdown, harga bahan pokok yang dipasok dari dalam negeri semua jadi mahal.
Sehingga dengan dibukanya akses dari Malaysia ke Krayan, menjadi hal yang dinanti oleh warga di sana.
"Kabupaten Nunukan belum mampu subsidi barang kebutuhan pokok ke sana, karena kosnya terlalu mahal untuk transportasi. Itukan pakai pesawat," ungkapnya.
Yudhi juga bahkan sempat meninjau Pulau Sebatik, yang diketahui merupakan tempat perlintasan barang-barang ilegal.
"Yang perlu diwaspadai di Pulau Sebatik ya barang ilegal dari Malaysia. Selain memeriksa pelintas batas, kami nanti akan masif lakukan sweeping barang ilegal, utamanya Narkoba dan Miras," imbuhnya.
Baca juga: Kunjungi Timika, Inilah Pesan Pangdam VI/Mlw kepada Satgas Pamtas Mobile Yonif Raider 613 Raja Alam
Tak hanya itu, Yudhi juga akan memastikan barang yang dipasok dari Malaysia, tidak diteruskan sampai ke luar wilayah Kabupaten Nunukan.
"Nah ini juga, barang-barang yang dipasok dari Malaysia, harusnya untuk stop di wilayah Nunukan saja, tapi faktanya sampai ke Makassar dan Pare-pare. Ini kan merugikan negara, karena tidak ada pajaknya," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/satgas-pamtas-ri-malaysia-yonarmed-18komposit-menerima.jpg)