Breaking News:

Berita Pemkab Mahakam Ulu

Pemkab Rakor Evaluasi Penanganan Covid-19, Mahulu Kini PPKM Level 1

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) mengevaluasi p enanganan Covid-19

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) mengevaluasi penanganan Covid-19. TRIBUNKALTIM.CO/HO 

TRIBUNKALTIM.CO,UJOH BILANG- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) mengevaluasi p enanganan Covid-19, menyusul penetapan Kabupaten Mahulu kini Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No 54 Tahun 2021.

Rakor diikuti secara daring maupun luring dan dipimpin oleh Sekretaris Daerah Dr. Stephanus Madang, S.Sos.,MM didampingi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Humas Ir. Dodit Agus Riyono, MP, Asisten II Bidang Sosial Ekonomi dan Pembangunan E. Tek Hen Yohanes, S.Pd, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, juga dihadiri Kapolsek Long Bagun Purwanto, Danramil I Wayan Sudiarsa, di Ruang Rapat Bappelitbangda, Kamis (21/10).

Sekda Dr Stephanus Madang menjelaskan, rapat ini mengevaluasi kondisi kekinian pandemi Covid-19 di Mahulu, untuk menentukan langkah-langkah konkret yang akan dilakukan

“Ya kita ketahui, kondisi Mahulu sempat terperosok jauh di PPKM level 4, tetapi Puji Tuhan, dan luar biasa kini bisa kembali ke Level 1. Semoga kondisi ini tetap bisa kita pertahankan selanjutnya,” ujar Sekda.

Baca juga: Hadiri Grand Launching Secara Virtual, Bupati Mahulu Dukung ‘Buku Pendapat Strategic Foresight BPK’

Baca juga: Kunjungi Dharma Wanita Persatuan Kaltim, DPW Mahulu Silaturahmi dan Konsolidasi Program Kerja 2021

Baca juga: Pengurus dan Komisi Dewan Pimpinan MUI Mahulu Dikukuhkan

Menurut Sekda, diskusi-diskusi pada rakor ini akan disampaikan kepada Bupati Mahulu, sehingga bisa disusun revisi instruksi No 6 yang telah dibuat menjadi instruksi No 7 dengan masukan yang tersampaikan.

“Instruksi No 7 ini akan segera diterbitkan. Kita akan kolaborasi apa saja yang perlu disesuaikan pola dan sistem serta pemberlakuan simas ini, artinya ini dilakukan semata-mata untuk keamanan kita semua bukan untuk yang lain,” jelas Stephanus Madang.

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DinkesP2KB) Drg. Agustinus Teguh Santoso,M.Adm.Kes menjelaskan, Mahulu saat ini sudah PPKM Level 1.

Pada prinsipnya level-level ini merupakan pembatasan kegiatan masyarakat. Yang dimana dikatakan pada level 1,2,3, dan 4 ini namanya pembatasan, jadi tidak bisa dikatakan 100% lose, tetap ada pembatasannya hanya tiap level pembatasan itu berbeda-beda.

Level 1 dan 2 pembatasannya hampir sama dimana kegiatan masyarakat dibatasi hanya 25% maka 75% boleh melakukan kegiatan, contohnya pertemuan didalam ruangan hanya boleh kapasitasnya 75% begitu juga dengan kapasitas penumpang kapal maupun speed hanya boleh berisi 75% orang.

Begitu juga dengan level 3 untuk pembatasan kegiatan masyarakatnya sebesar 50%, sedangkan dengan level 4 pembatasan kegiatan sebesar 75%.

Baca juga: Bupati Mahulu Sampaikan Jawaban Atas PU Fraksi di DPRD

Lanjut Drg Agustinus mengatakan, berkaitan dengan ketentuan Surat Izin Masuk (Simas) sudah jelas dalam Instruksi Bupati No 6 disebutkan, dalam keadaan tertentu dimana pelaku perjalanan tidak bisa mengurus Simas itu tidak jadi masalah, yang terpenting adalah syarat membawa surat bukti Swab Antigen bagi yang sudah divaksin dan surat bukti swab PCR bagi yang belum divaksin.(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved