Senin, 13 April 2026

Virus Corona di Samarinda

Vaksinasi Covid-19 di Samarinda Capai 54 Persen untuk Dosis Pertama

Capaian vaksinasi Covid-19 di Kota Samarinda disebutkan telah mencapai 54 persen, untuk dosis pertama dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO.
Vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Kota Samarinda telah mencapai angka 54 persen, dan dosis kedua 30 persen. TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO. 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA- Capaian vaksinasi Covid-19 di Kota Samarinda disebutkan telah mencapai 54 persen, untuk dosis pertama dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda (24/10/2021).

Sementara itu untuk dosis kedua, capaian vaksinasi telah berada di angka 30 persen.

Jika diakumulasikan dari angka tersebut, maka juga berdasarkan rilis Dinkes Kota Samarinda, bahwa sudah ada sebanyak 638.880 jiwa di Samarinda yang mendapatkan vaksin Covid-19.

Disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih, capaian vaksinasi hingga 50 persen sampai saat ini juga dikarenakan adanya kontribusi oleh pihak lain seperti TNI-Polri, OJK, dan organisasi lainnya untuk menyelenggarakan vaksin bagi warga ibu Kota provinsi Kalimantan Timur.

"Pola vaksinasi kita memanfaatkan strategi desentralisasi, jadi dosis vaksin yang diberikan tak hanya berasal dari Dinkes," ujar Ismed melalui rilis Pemerintah Kota Samarinda, Minggu (24/10/2021).

Baca juga: Bantu Pemda Capai Herd Immunity, HIPMI Kaltara Gandeng Kelurahan Nunukan Barat Gelar Vaksinasi

Baca juga: Tak Perlu Surat Vaksin, Anak di Bawah 12 Tahun Sudah Boleh Naik Pesawat, Syarat Penerbangan Terbaru

Baca juga: Terdata 20 Persen Pegawai Belum Vaksin, Dinas Kesehatan Malinau Jadwalkan Pendataan Ulang

Adapun dosis vaksin yang diselenggarakan oleh pihak ketiga tersebut diberikan langsung oleh kementerian Kesehatan RI, sedangkan sebagian dosis vaksin yang diterima oleh Dinkes disalurkan kepada fasilitas kesehatan (faskes) untuk memberikan vaksin dengan jadwal yang telah ditetapkan.

"Kegiatan vaksin (di Samarinda) ini tersebar sejak bulan Agustus lalu, bahkan di September, sehari ada yang bisa memberi 4 ribu sampai 5 ribu dosis," tambahnya lebih lanjut.

Dengan adanya partisipasi dari berbagai pihak, maka jangkauan vaksin diakui bisa lebih meluas dan Dinkes melalui beberapa puskesmas hanya perlu membantu tenaga vaksinator nya saja.

Samarinda yang saat ini menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2, memiliki potensi turun jika kasus positif Covid-19 bisa terus menurun dan angka pertambahan Herd Immunity melalui vaksinasi terus meningkat.

"(Kasus Covid-19 menurun) itu bukan semata-mata karena vaksin, tetapi juga berkat kerjasama dengan TNI - Polri, dan pihak-pihak swasta dalam mensosialisasikan protokol kesehatan, serta 3T yang dilakukan di tingkat kecamatan dan kelurahan oleh camat dan lurah masing-masing," timpal Ismed mengakhiri.

Lebih jauh, data dari Dinkes Samarinda menunjukkan positive rate di Kota Samarinda telah berada di angka 12 persen, sedangkan tingkat kesembuhan 95 persen.

Sampai saat ini sudah ada dua kecamatan yang berstatus zona hijau, yakni kecamatan Loa Janan Ilir dan Samarinda Kota dengan kasus aktif yang nihil.

Baca juga: Syarat Penerbangan Terbaru di Balikpapan, tak Perlu Lagi Tunjukkan Kartu Vaksin

Tentunya dengan semakin membaiknya kondisi Pandemi Covid-19 di Kota tepian ini bisa semakin membantu masyarakat untuk membangkitkan sektor-sektor yang terdampak dengan tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai ketentuan PPKM yang masih berlaku. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved