Breaking News:

Berita Kukar Terkini

50 Hafidz Al-Quran di Kukar Diwisuda, Bupati Harap di Desa, Mereka Terus Mengaji dan Mengajar

50 penghapal atau hafidz Al-Quran yang ikut program "Satu Desa Satu Hafidz Al-Quran" telah di Wisuda Tahfiz tepatnya di Masjid Al-Anshor, Jalan Arwana

HO/TRIBUNKALTIM.CO
Bupati Kukar saat menghadiri Wisuda kedua 50 penghapal atau hafidz Al-Quran yang ikut program "Satu Desa Satu Hafidz Al-Quran" telah di Wisuda Tahfiz tepatnya di Masjid Al-Anshor, Jalan Arwana, Kukar, Kaltim. HO/TRIBUNKALTIM.CO 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - 50 penghapal atau hafidz Al-Quran yang ikut program "Satu Desa Satu Hafidz Al-Quran" telah di Wisuda Tahfiz tepatnya di Masjid Al-Anshor, Jalan Arwana, Kelurahan Timbau, Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) pada Senin (25/10/2021) lalu.

Bupati Kukar Edi Damansyah yang hadir kala itu juga mengaku bangga. Hal ini merupakan kedua kalinya dilaksanakan wisuda tahfiz Satu Desa Satu Hafidz Al-Quran ini.

Tema tahun ini yaitu "Dengan Wisuda Al Qur'an Kita Bumikan Al Qur'an di Kutai Kartanegara Melalui Etam Mengaji".

"Pengelola program tersebut menyampaikan bahwa tadi ada yang 30 juz. Alhamdulillah, kita patut bersyukur bahwa program Satu Desa Satu Tahfiz Al-Quran ini berjalan sudah," ungkap Edi Damansyah pada awak media, Rabu (27/10/2021) hari ini.

Kedepan diharapkan Edi Damansyah, paling tidak ada satu penghapal yang dikirimkan dari setiap kecamatan yang ada.

Baca juga: Peringati Maulid Nabi, Bupati Kukar Luncurkan Program 1 Desa 1 Hafidz Al-Quran

Baca juga: Bacaan Doa Sebelum dan Setelah Membaca Al-Quran, Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Baca juga: 4 Tanda Rumah Seorang Muslim Dikunjungi Malaikat, Rajin Membaca Ayat-ayat Al Quran

Lantaran pada wisuda kali ini, masih ada beberapa kecamatan yang belum mengirimkan hafidz-nya.

"Harapannya nanti anak-anak yang mengikuti program ini lebih aktif di masjid-masjid di desanya, terus membuka Rumah Al-Quran atau tempat pembelajaran Al-Quran," terangnya. 

Program ini diharap juga jadi wujud nyata pembinaan keagamaan oleh Pemkab Kukar.  Serta penyediaan SDM sebagai generasi penerus yang terus beribadah di masjid ataupun musala di desa-desa wilayah Kukar, artinya berkegiatan bersama masyarakat.

"Mereka memang ada kewajiban untuk mengajar ngaji di kampungnya. Ini kita registrasi serta terus kita supervisi, dipantau betul," tutur Edi Damansyah. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved