Optimalisasi Pemanfaatan Anggaran Program PEN, Dorong Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional
Pemerintah Indonesia menggunakan strategi mengutamakan keseimbangan antara penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi nasional dalam penanganan
Selain itu, hasil evaluasi juga memutuskan realokasi Perlinsos untuk program Top-Up Kartu Sembako dan BLT Desa dalam rangka Pengentasan Kemiskinan Ekstrem 2021.
Untuk penambahan atau top-up Kartu Sembako, nilai bantuan dan durasi menyesuaikan dengan sisa realokasi Perlinsos lainnya a.l. KPM Sembako dan cadangan Perlinsos, di mana Kemenkeu tengah menghitung ketersediaan anggarannya.
Penambahan atau top-up bantuan Kartu Sembako dan BLT Desa sebesar Rp 300.000,- untuk durasi 3 bulan ( s/d Des 2021) di 35 kabupaten prioritas program pengentasan kemiskinan ekstrem.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan rincian realisasi PEN per 22 Oktober 2021 yakni sebagai berikut:
- Realisasi klaster Kesehatan sebesar Rp 116,82 triliun (54,3 persen);
- Realisasi klaster Perlinsos sebesar Rp 125,10 triliun (67 persen);
- Realisasi klaster Program Prioritas sebesar Rp 68,07 triliun (57,7 persen);
- Realisasi klaster Dukungan UMKM & Korporasi sebesar Rp 63,20 triliun (38,9 persen); dan
- Realisasi klaster Insentif Usahas sebesar Rp 60,73 triliun (96,7 persen).
Baca juga: Menko Airlangga Sebut Bantuan Tunai PKL dan Warung di Provinsi NTB Paling Cepat dan Tepat Sasaran
Terkait dengan program Bantuan Tunai untuk PKL dan Warung (BT-PKLW), Menko Airlangga menjelaskan bahwa hingga 25 Oktober 2021 bantuan telah disalurkan kepada 706.996 penerima yang berarti telah mencapai lebih 70 persen dari target.
"Serapannya sangat baik. Jadi bantuan ini efektif untuk memberikan bantuan kepada masyarakat kecil (PKL dan Pemilik Warung) dan pengaman bagi yang belum mendapat bantuan lainnya," pungkas Menko Airlangga.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menyampaikan bahwa saat ini vaksinasi sudah mencapai angka tertinggi hariannya yaitu 2,34 juta suntikan per hari.
Sesuai dengan arahan presiden, vaksinasi akan dipercepat secara merata. Pada tahun depan pemerintah berencana memberikan booster vaksin kepada masyarakat dan saat ini sedang dikaji tentang kombinasi vaksin mana yang paling baik.
Diharapkan pada akhir tahun ini telah selesai sehingga dapat menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan ke depannya.
Booster tersebut, sesuai saran WHO akan diberikan ke kalangan masyarakat risiko tinggi dan defisiensi imunitas seperti warga lanjut usia, pengidap penyakit komorbid lainnya.
Baca juga: Airlangga Sebut Recovery Indeks Covid-19 Indonesia Naik 60 Level
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/airlangga-hartarto-dalam-rapat-koordinasi-terbatas-evaluasi-program-pcpen.jpg)