Selasa, 14 April 2026

Berita Internasional Terkini

UPAYA Australia Terkait Perubahan Iklim Disorot, Rencana PM Scott Morrison Tuai Kritik

Pemasok batubara dan gas global terkemuka Australia telah berjanji untuk mencapai emisi nol karbon pada tahun 2050.

Editor: Syaiful Syafar
bbc.com
Perdana Menteri Australia Scott Morrison menetapkan cara unik untuk memenuhi komitmen terhadap perubahan iklim. 

TRIBUNKALTIM.CO - Pemasok batu bara dan gas global terkemuka Australia telah berjanji untuk mencapai emisi nol karbon pada tahun 2050.

Namun, Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan rencana itu tidak akan mencakup penghentian sektor bahan bakar fosil (batu bara, minyak bumi, gas alam) Australia.

Negara ini juga tidak akan menetapkan target ambisius untuk 2030 - tujuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Iklim Global COP26 bulan depan.

Rencananya pun telah menuai kritik.

Ahli ekologi api Universitas Murdoch, Joe Fontaine mengatakan, itu memiliki "semua kekuatan kantong kertas basah".

Baca juga: Australia Perbolehkan Pelajar Luar Negeri Masuk, Kecuali China, Nepal & Indonesia, Ini Penyebabnya

Baca juga: Belum Banyak yang Tahu, Ini Fakta Unik Australia, Salah Satunya Memiliki Lebih dari 10.000 Pantai

Australia sudah sejak lama melakukan penundaan pada aksi iklim.

Ini adalah salah satu negara paling kotor per kepala populasi dan pengekspor besar bahan bakar fosil.

Dikutip dari bbc.com, strategi kedua sekutu Amerika Serikat dan Inggris telah berjanji untuk mengurangi emisi lebih cepat.

Inggris telah berjanji bahwa semua listriknya akan datang dari sumber terbarukan pada tahun 2035.

Sementara Amerika Serikat telah mengumumkan rencana untuk mengurangi separuh emisinya pada tahun 2030 dibandingkan dengan tingkat tahun 2005.

"Kami tidak akan diceramahi oleh orang lain yang tidak mengerti Australia. Cara Australia adalah tentang bagaimana Anda melakukannya, dan bukan jika Anda melakukannya. Ini tentang menyelesaikannya," tulis Morrison di kolom surat kabar pada hari Selasa.

Baca juga: Tanam Investasi Rp 71 Miliar, Perusahaan Australia Ini Bakal Sulap Sampah di Bontang Jadi Bio Solar

Baca juga: MENGENAL Amye Un Wanita Asal Nusa Tenggara Timur, Calon Walikota Darwin Australia

Untuk menghentikan dampak terburuk dari perubahan iklim, negara-negara telah berjanji untuk membatasi kenaikan suhu hingga 1,5C pada tahun 2050.

Ini membutuhkan pengurangan emisi sebesar 45 persen pada tahun 2030 dan mencapai nol bersih pada tahun 2050, kata para ilmuwan.

Lebih dari 100 negara telah berkomitmen untuk netralitas karbon.

Nol bersih berarti tidak menambah jumlah gas rumah kaca di atmosfer.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved