Berita Kaltim Terkini
REI Prediksi Tahun Depan Harga Rumah Subsidi di Kaltim Naik 7 Persen
Selama dua tahun terakhir penjualan rumah khususnya perumahan subsidi berada dalam kondisi stagnan.
Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Sektor perumahan selama pandemi di Kalimantan Timur lesu.
Ketua DPD Real Estate Indonesia Kalimantan Timur Bagus Susetyo, Kamis (28/10/2021) mengatakan, selama dua tahun terakhir penjualan rumah khususnya perumahan subsidi berada dalam kondisi stagnan.
Ia menyebut pada tahun 2020 saja hanya terjual kurang dari 2000 unit. Begitupula selama semester satu tahun 2021 ini yang hanya terjual 2000 unit di seluruh wilayah Kaltim.
Namun jika dilihat dari kasus Covid-19 yang menurun hampir satu bulan ini menjadi optimisme bagi para pengembang.
Apalagi jika kasus Covid-19 terus melandai hingga tahun depan diprediksi meningkatkan penjualan bisnis properti khususnya perumahan subsidi.
Baca juga: Buka Musda di Samarinda, Ketua DPD REI Kaltim Sebut IKN Menarik Investor Properti dari Luar Negeri
Baca juga: Menjelang Musda REI Kaltim di Samarinda, Muncuat Nama sebagai Calon Kuat Ketua
Baca juga: Persiapan Musda REI Kaltim Sudah 90 Persen, Bagus Susetyo Dipastikan Calon Tunggal
Bagus memprediksi penjualan rumah tahun depan berada di atas angka 2000 unit.
Untuk itu jika dilihat kondisi ekonomi selama beberapa waktu terakhir membaik, maka bisnis perumahan juga terkena imbasnya.
Maka tak heran, ia memprediksi harga rumah subsidi di Kaltim tahun depan turun tinggi.
"Diperkirakan naik tujuh sampai 10 persen tahun depan," ucapnya.
Beberapa hal yang mempengaruhi. Salah satunya pertumbuhan ekonomi masyarakat Kaltim yang membaik.
Belum lagi isu pemindahan ibukota negara dapat mempengaruhi harga rumah subsidi.
"Harga rumah subsidi saat ini Rp 164 juta," ucapnya.
Rencananya tahun depan pemerintah pusat turut menganggarkan perumahan subsidi sebanyak Rp 12 triliun.
Baca juga: Pemkab PPU Beri Peluang bagi Warga untuk Kerja Sama dengan REI dalam Bangun Infrastruktur IKN
Dengan jumlah anggaran tersebut diperkirakan dapat membangun sebanyak 250 ribu unit rumah subsidi di seluruh Indonesia.
"Kuota perumahan (subsidi) jadi naik lagi," ucap Bagus Susetyo. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ketua-dpd-rei-kaltim-tahun-2021-2024-bagus-susetyo.jpg)