Breaking News:

Berita DPRD Kalimantan Timur

Serap Aspirasi Mahasiswa Unmul dan Untag, Nidya Listiyono Berbagi Tips Jaga Kestabilan Bisnis

Nidya Listiyono kembali melaksanakan kewajibannya sebagai anggota DPRD Kaltim dapil Kota Samarinda dengan menggelar reses masa sidang III tahun 2021 d

Editor: Diah Anggraeni
HO/Humas DPRD Kaltim
Anggota DPRD Kaltim Nidya Listiyono usai menggelar reses di daerah pemilihannya di Kota Samarinda. Reses yang dilaksanakan pada Selasa (26/10/2021) lalu ini diikuti mahasiswa Unmul dan Untag. 

TRIBUNKALTIM.CO - Nidya Listiyono kembali melaksanakan kewajibannya sebagai anggota DPRD Kaltim dapil Kota Samarinda dengan menggelar reses masa sidang III tahun 2021 di Jalan Wijaya Kusuma, Selasa (26/10/2021).

Peserta yang mengikuti reses ini tidak sampai 20 orang karena menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Mereka merupakan mahasiswa Unmul dan Untag.

Baca juga: Tambah Ilmu dan Samakan Persepsi, Sekretariat DPRD Kalimantan Timur Gelar Rakor

Serap aspirasi dimulai oleh Ketua Umum Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (Semmi) Kaltim, Apri.

Ia mengungkapkan, ada beberapa sektor yang terdampak di masa pandemi seperti ini, terutama disektor ekonomi.

"Sebenarnya kami ingin berkolaborasi agar bisa membangun UMKM di Samarinda, karena di masa Covid-19 ini banyak UMKM yang mati. Kira-kira langkah apa saja yang akan dilakukan legislatif dan eksekutif terhadap penurunan ekonomi di masa pandemi ini," ungkapnya.

Menanggapi hal itu, politikus yang bertugas di Komisi II DPRD Kaltim ini mengatakan, langkah yang sudah dilakukan pemerintah yaitu dengan memberikan bantuan.

"Kita berikan bantuan sosial, lalu upaya lainnya dengan memberikan vaksin agar ekonomi segera berjalan. Saat ini perekonomian Indonesia mulai menggeliat semenjak vaksinasi terus dilaksanakan," jelasnya.

Baca juga: Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK Reses di Berau, Perjuangkan Rumah Layak Huni di Teluk Sumbang

Dalam kesempatan ini, Tio mengingatkan agar UMKM seharusnya tidak hanya meminta bantuan saja, namun mengubah mindset agar bisnis itu bisa berkembang sehingga menciptakan kestabilan.

"Memang banyak UMKM yang bangkrut di masa pandemi ini, namun ada juga yang survive. Itu karena orang-orangnya bisa bertransformasi sehingga stabil dalam menjalankan sebuah bisnis," paparnya. (adv)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved