Virus Corona di Balikpapan
Walikota Rahmad Mas'ud Optimis Balikpapan Dipilih Jadi Kota Tangguh Covid-19
Walikota Balikpapan Rahmad Mas'ud kembali memaparkan kondisi penanganan pandemi Covid-19, Kamis (28/10/2021)
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN- Walikota Balikpapan Rahmad Mas'ud kembali memaparkan kondisi penanganan pandemi Covid-19, Kamis (28/10/2021).
Pemaparan itu dilakukan dalam rangka penilaian Anugerah Tangguh Adhiwirasana tahun 2021.
Diketahui, Kota Balikpapan merupakan salah satu dari 30 daerah yang masuk ke dalam nominasi tersebut.
Bertempat di aula Kantor Walikota, Rahmad menyampaikan presentasi selama 40 menit dihadapan tiga panelis melalui video conference.
Ia menjelaskan judul yang diangkat Pemkot Balikpapan, yakni pencegahan dan pengendalian Covid-19 pada klaster pekerja energi dan sumber daya mineral.
Baca juga: Cegah Covid-19 di Perbatasan RI, Masuk Apau Kayan Malinau Wajib Isolasi Mandiri
Baca juga: Polres Bulungan Sasar Warga Area TPI Sabanar dalam Agenda Vaksinasi Covid-19
Baca juga: INILAH Syarat Naik Kapal Laut Oktober 2021, Cek Cara Dapat Tiket Pelni Meski Belum Vaksin Covid-19
Hal ini sesuai dengan kondisi lokal Kota Balikpapan sebagai pintu gerbang Kaltim dan kota minyak.
Menurutnya, berkat dukungan dan inovasi yang dijalankan selama ini, klaster pekerja sudah mulai melandai dan terkendali.
"Inovasi terbaik Balikpapan ialah mengubah perilaku masyarakat ke mindset hidup sehat. Itu yang menjadi program unggulan kita," ujarnya.
Sebagai informasi, pada tahun 2020 kasus yang paling menonjol dan mendominasi muncul setelah libur natal dan tahun baru 2021.
Terindikasi kasus dalam sehari bisa bertambah 307 kasus dan setelah libur idul firti meningkat tiga kali lipat, mencapai 10 ribu kasus.
Salah satu klaster yang menyumbang angka cukup tinggi yakni pada klaster pekerja energi dan sumber daya mineral.
Adapun strategi pengendalian pandemi di sektor pekerja, pemerintah mengambil konsep dengan mengeluarkan surat edaran Walikota.
Terhitung, hingga saat ini sudah berjumlah 10 surat edaran yang dileluarkan pemerintah Kota Balikpapan.
"Kemudian membentuk Satgas di setiap perusahaan,” terangnya.
Permasalahan lain yang dihadapi Kota Balikpapan ialah kondisi geografisnya sebagai pintu gerbang Kalimantan Timur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/walikota-balikpapan-rahmad-masud-kembali.jpg)