Breaking News:

Banjir di Samarinda

Kendalikan Banjir di Samarinda, Pemerintah Pusat Fokus Buat Tebing Sungai Karang Mumus

Hingga saat ini masalah banjir di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) masih menjadi PR besar bagi seluruh pemerintahan dari tingkat Provinsi hin

Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Anggota Komisi V DPR RI Dapil Kaltim, Irwan. Untuk pengendalian banjir di Samarinda, ia menjelaskan, tahun ini pemerintah pusat lebih fokus pada pembuatan tebing Sungai Karang Mumus untuk Segmen Segiri. TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Hingga saat ini masalah banjir di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) masih menjadi PR besar bagi seluruh pemerintahan dari tingkat Provinsi hingga Pemerintahan Kota.

Hal ini juga menjadi sorotan anggota Komisi V DPR RI Dapil Kalimantan Timur, Irwan.

Ia mengatakan, permasalahan banjir bukan hal baru karena sudah menjadi masalah yang menahun.

Oleh sebab itu, ucapnya, semua pihak dalam hal ini dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota harus bersinergi dan harmonis untuk memecahkan masalah tersebut.

"Saya selalu melihat upaya itu sudah ada konkretnya untuk pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Provinsi Kaltim," ujarnya saat ditemui media dalam sebuah acara, Sabtu (30/10/2021).

Baca juga: Banjir di Samarinda, Kawasan Loa Buah Terendam hingga Sebatas Pinggang Orang Dewasa

Baca juga: Anggota DPRD Samarinda Angkasa Jaya Gelar Reses di Kelurahan Lok Bahu, Persoalan Banjir Jadi Sorotan

Baca juga: Pengerjaan Drainase Jalan S Parman Dimulai, Walikota Samarinda Harap Efektif Kurangi Banjir

Ia merincikan, tahun ini pemerintah pusat lebih fokus pada pembuatan tebing Sungai Karang Mumus untuk Segmen Segiri.

"Jadi tahun ini sepanjang 570 meter untuk Segmen Segiri dan tahun depan (2022) 540 meter untuk segmen Wirahayu," bebernya.

Sementara untuk Pemerintah Provinsi, ia mengatakan, sedang fokus untuk normalisasi sungai dan pembebasan lahan.

Lalu, lanjutnya, Pemerintah Kota juga fokus pada penanganan Daerah Aliran Sungai (DAS) hulu dalam pembuatan tanggul dan kolam retensi.

"Kalau semua itu bisa clear, saya pikir pengendalian banjir bisa sangat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya," paparnya.

Ia menambahkan, siapapun yang mengambil bagian dalam segmen penanganan banjir, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus bisa dimaksimalkan.

Baca juga: Dinding Parit Jebol akibat Air Meluap, Warga Balikpapan Terjebak Banjir yang Genangi Rumah

"Jadi sejak 2020 kemarin, setiap tahun kita gelontorkan APBN di program pengendalian banjir Kota Samarinda," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved