Breaking News:

Virus Corona di Kubar

10 Persen Sekolah di Kutai Barat Belum Jalankan Pembelajaran Tatap Muka

Satu bulan sudah lamanya pelaksana kegiatan  pembelajaran tatap muka terbatas diterapkan di sekolah-sekolah yang ada di wilayah Kutai Barat

Penulis: Zainul | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Barat, Silvanus Ngampun, menyatakan, sejak awal diterapkannya pembelajaran tatap muka, sejauh ini berjalan aman dan lancar, serta tidak ada indikasi murid atau guru yang  terpapar Covid-19, Minggu (31/10/2021).  

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Satu bulan sudah lamanya pelaksana kegiatan  pembelajaran tatap muka terbatas diterapkan di sekolah-sekolah yang ada di wilayah Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Barat, Silvanus Ngampun mengatakan sejak awal diterapkannya pembelajaran tatap muka tersebut.

Sejauh ini berjalan aman dan lancar serta tidak ada indikasi murid atau guru yang  terpapar covid-19. 

Konsep pembelajaran tatap muka sejauh ini masih tetap berjalan aman dan lancar belum ada indikasi yang mengarah pada Covid-19.

"Tentu saja harapan kita pembelajaran tatap muka ini seterusnya aman agar kegiatan belajar mengajar di sekolah kembali normal," katanya kepada TribunKaltim.co Minggu (31/10/2021).

Namun demikian, dirinya mengakui sekolah yang menerapkan pembelajaran tatap muka di Kutai Barat baru mencapai 90 persen, selebihnya masih belajar daring lantaran kondisi sekolah belum sepenuhnya dinyatakan siap menerapkan pembelajaran tatap muka.

Seperti minimnya fasilitas protokol kesehatan yang memadai hingga tenaga satuan tugas (Satgas) Covid-19 sekolah yang belum sepenuhnya terbentuk. 

" Kita kan baru 90 persen sekolah yang sudah pembelajaran tatap muka, 10 persennya belum siap karena beberapa hal termasuk tenaga satgas covid-19 di sekolah itu sendiri yang belum sepenuhnya terbentuk sehingga kami belum memeberikan izin pembelajaran tatap muka," ujarnya. 

Dia juga meminta para kepala sekolah yang sekolahnya belum menerapkan pembelajaran tatap muka agar segera melakukan persiapan sehingga awal bulan nanti seluruh sekolah di Kutai Barat sudah 100 persen melaksanakan pembelajaran tatap muka.

" Saya juga meminta sekolah-sekolah yang belum siap pembelajaran tatap muka itu agar segera melengkapi kekurangannya supaya nanti bulan depan seluruh sekolah di Kubar sudah 100 persen menerapkan pembelajaran tatap muka seperti di luar daerah-daerah lain," harapannya. 

Silvanus Ngampun juga menegaskan pihaknya tak ingin mengabil resiko jika sekolah yang belum memiliki kesiapan sarana prasarana pencegahan covid-19, namun tetap dipaksakan menerapkan  pembelajaran tatap muka. Hal itu dilakukan lantaran dirinya rak ingin ada cluster baru penularan Covid-19 di Kutai Barat

" Intinya kami tidak ingin ada cluster baru seperti cluster pembelajaran tatap muka makanya sekolah harus benar-benar sudah siap baru kami izinkan untuk pembelajaran tatap muka," tegasnya. (*)

(Tribunkaltim.co/Zainul Marsyafi)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved