Sabtu, 2 Mei 2026

Ekonomi dan Bisnis

Penambahan Pabrik Kelapa Sawit, Upaya Memanfaatkan Peluang Bisnis yang Sangat Besar

Dari internal perusahaan ada kebutuhan modal untuk memperkuat kapasitas usaha guna memanfaatkan peluang bisnis

Tayang:
Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
Pengangkutan bibit kelapa sawit yang telah dijual oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Paser pada pekebun di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur, Kamis (19/8/2021).TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Dari internal perusahaan ada kebutuhan modal untuk memperkuat kapasitas usaha guna memanfaatkan peluang bisnis di industri kelapa sawit yang sangat besar.

Yaitu menambah pabrik kelapa sawit (PKS) dan kegiatan penelitian dan pengembangan.

Hal itu disampaikan oleh Komisaris PT Nusantara Sawit Sejahtera Robiyanto.

Dia mengatakan PT Nusantara Sawit Sejahtera (NSS) berencana menggelar (IPO) pada Kuartal IV tahun ini.

Baca juga: Bahas Penguatan Kerja Sama Bilateral, Indonesia-Malaysia Fokus Kolaborasi di Bidang Kelapa Sawit

Baca juga: 6 Pabrik Kelapa Sawit Siap Penuhi Kebutuhan Listrik di Pedalaman

Baca juga: Pabrik Kelapa Sawit di Paser Diimbau Memberdayakan Petani Sekitar

NSS menilai, sekarang adalah waktu yang tepat untuk melepas saham ke publik.

Terutama melihat dari potensi kenaikan harga CPO menyusul kenaikan kebutuhan minyak nabati dunia.

“Untuk lembar saham masih digodok terus. Kami perkirakan freefloat sekitar 40 persen. Kami membidik kapitalisasi pasar setelah IPO sudah mencapai Rp 5 triliun. Dana IPO diperkirakan Rp 2 triliun. Harga diperkirakan di sekitar Rp135 hingga Rp150 per lembar,” tambahnya.

Robiyanto mengatakan, penelitian diperlukan untuk meningkatkan produktivitas lahan milik perusahaan juga milik petani rakyat di sekitar perusahaan.

NSS berupaya meningkatkan produktivitas sawit nasional tidak hanya di kebun milik sendiri, tetapi juga tanaman petani, yang saat ini selisihnya masih sangat jauh di bawah kebun perusahaan.

Baca juga: BREAKING NEWS Tolak Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit, Warga Gunung Sari Demo di Kantor Bupati Berau

“Keunggulan NSS adalah umur tanaman masih 7 tahun. Ini artinya lagi produktif dan masa produktifnya masih panjang. Ibaratnya sedang mekar-mekarnya. Kualitas CPO premium, serta lokasi strategis karena dekat dengan bandara, pelabuhan dan perkebunan,” terangnya.

Mengenai profil perusahaan, dia menjelaskan NSS didirikan pada tahun 2008 dengan lima lokasi perkebunan di Provinsi Kalimantan Tengah.

Perusahaan fokus memproduksi Tandan Buah Segar (TBS), Minyak Sawit Mentah (CPO) dan Inti Sawit (PK) dengan standar kualitas tinggi.

Tahun yang Tepat Koleksi Saham

Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan menilai tahun ini tepat untuk mengoleksi saham perusahaan kelapa sawit.

Baik saham yang dilepas melalui Initial Public Offering (IPO) oleh perusahaan yang baru masuk bursa, maupun melalui rights issue bagi perusahaan yang sudah listing di bursa efek Indonesia.

“Dalam kondisi harga komoditas sawit yang all time high, tentu menjadi waktu yang tepat bagi perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk memanfaatkan momentum. Sementara bagi investor, ini peluang untuk dapat cuan dari investasi di saham perusahaan kelapa wait," kata Alfred di Jakarta, Senin (1/11/2021).

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved