Breaking News:

Berita Pemprov Kalimantan Timur

Sambut Ibu Kota Negara, Warga Lokal Perlu Tingkatkan SDM

Anggota DPRD Kaltim Andi Harahap mengatakan, masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara meminta agar diadakannya pelatihan dalam rangka peningkatan

Editor: Diah Anggraeni
HO/Humas DPRD Kaltim
Anggota DPRD Kaltim Andi Harahap. Ia berharap, masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara meminta agar diadakannya pelatihan dalam rangka peningkatan sumber daya manusia dalam rangka menyambut pemindahan ibu kota negara. 

TRIBUNKALTIM.CO - Anggota DPRD Kaltim Andi Harahap mengatakan, masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) meminta agar diadakannya pelatihan dalam rangka peningkatan sumber daya manusia (SDM) dalam rangka menyambut pemindahan ibu kota negara (IKN).

"Dari hasil serap aspirasi masyarakat di PPU, tidak sedikit warga yang meminta agar dilakukan kegiatan meningkatkan skill dan kemampuan agar warga lokal, sehingga tidak hanya menjadi penonton saja tetapi bisa ikut serta berkontribusi," kata Andi Harahap ketika menceritakan hasil reses di PPU, belum lama ini.

Baca juga: Baharuddin Demmu Realisasikan Bantuan Kambing, Imbau Warga Kembangkan Jadi Sentra Ternak

Sesuai prediksi sejumlah ahli, pemindahan IKN tidak hanya berpengaruh pada aspek pembangunan saja melainkan juga akan ada gelombang pemindahan dua ribu lebih aparatur sipil negara.

Tidak hanya itu, gelombang pencari kerja dipastikan akan membengkak.

Tanpa dibekali kemampuan yang mumpuni, maka tenaga kerja lokal akan kalah bersaing dengan mereka yang datang dari luar daerah yang berpengalaman dan lebih siap dalam memenuhi kebutuhan pasar kerja.

"IKN akan banyak menarik minat para investor untuk menanamkan modalnya, penyerapan tenaga kerja juga akan mengalami peningkatan. Penyiapan tenaga kerja lokasl yang siap kerja tentu harus disiapkan dari sekarang," tuturnya.

Baca juga: Serap Aspirasi Mahasiswa Unmul dan Untag, Nidya Listiyono Berbagi Tips Jaga Kestabilan Bisnis

Oleh sebab itu, pihaknya meminta kepada pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di sekitar IKN harus bersinergi membuat program pelatihan yang dapat mencetak lulusan yang profesional di bidangnya masing-masing.

Politikus Golkar itu mencontohkan, pelatihan keterampilan teknik, manajemen, dan yang tidak kalah pentingnya pula adalah pelatihan kewirausahaan.

Hal ini dimaksudkan agar setelah lulus peserta pelatihan mampu memulai usahanya sehingga bisa menyerap tenaga kerja. (adv)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved