Jumat, 10 April 2026

Berita Kaltim Terkini

Persiapan Pilkada 2024 di Kaltim, Partai Golkar Cari Tokoh yang Visioner

Pemilu 2024 tidak hanya memilih para calon anggota legislatif saja.Pada tahun 2024 tersebut juga memilih kepala daerah maupun presiden secara serentak

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA - Pemilu 2024 tidak hanya memilih para calon anggota legislatif saja.

Pada tahun 2024 tersebut juga memilih kepala daerah maupun presiden secara serentak.

Untuk itu masing-masing partai menyiapkan skema siapa tokoh yang akan diusung dalam pilkada mendatang.

Partai Golkar sendiri pun saat ini masih menyusun siapa kader atau tokoh yang dapat menjadi Bacalon kepala daerah khususnya di tingkat Provinsi.

Dalam kesempatan Tribun Series, Rabu (3/11/2021) Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPD 1 Golkar kaltim Nidya Listiyono mengatakan, masih mencari beberapa calon yang bisa diusung di Pilkada mendatang baik tingkat kabupaten kota maupun provinsi.

Baca juga: Golkar Targetkan 200 Persen Kursi di DPRD Kaltim, Nidya Listiyono Beberkan Modal yang Harus Dipenuhi

Baca juga: Dugaan Gratifikasi Paripurna DPRD Kaltim, Sekretaris Fraksi Golkar: Enggak Punya Duit

Baca juga: Setiap Rapat Diganggu Fraksi Golkar, Muhammad Samsun Terima Surat Putusan Mahkamah Partai

Saat ini pihaknya memantau kader-kader yang memiliki elektabilitas dan cocok maju dalam pilkada mendatang.

Bahkan ia menyebut kinerja seorang kader dihitung berdasarkan Key Performance Indicator (KPI) layaknya karyawan yang bekerja di perusahaan.

"Bicara kriteria masing-masing partai punya mekanisme sendiri tentu kalau bicara mekanisme sederhana lahir batin artinya begini kalau bicara kader kita bicaranya elektabilitas tentu menjadi indikator kita namakan di dunia bisnis KPI. Ada indikator itu bisa membuat kader kita bisa menjadi layak," ucapnya.

Ada beberapa poin yang harus diperhatikan bagi para kader ataupun tokoh yang akan maju di Pilkada menggunakan perahu Golkar.

Indikator tersebut yaitu tujuan, kapasitas dan finansial.

Khusus finansial ini ia sebutkan bukanlah sebagai cara untuk menggunakan konsep money politik.

Menurutnya ongkos politik seperti kendaraan, biaya perjalanan, konsumsi ke sebuah daerah dalam mengenalkan diri ke masyarakat menjadi salah satu persyaratan vital bagi seseorang yang maju di Pilkada.

"Finansial maksudnya kita maju siapkan operasional tentu kan namanya maju dalam sebuah kontes kita butuhkan namanya infrastruktur. Kita harus bersosialisasi harus siap tentu bicara keilmuan pola pikir itu jadi tolak ukur kita juga," ucapnya.

Baca juga: Makmur HAPK Tetap Kader, Sekretaris DPD Golkar Kaltim Husni Fahruddin: Posisinya Hanya Digeser

Meskipun begitu pengalaman serta keilmuan yang tinggi juga jadi faktor penentu tokoh ditunjuk sebagai calon Partai Golkar.

"Bagaimana membagi kebijakan bagaimana kebijakan ini masyarakat luas. Pola pikir leadership ini yang tentu kita perlukan. Maka kita memerlukan orang-orang visioner," katanya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved