Jusuf SK Meninggal

Udin Hianggio Beber Hasil Pembangunan yang Dinikmati Warga Tarakan, Buah Kerja Keras Alm Jusuf SK

Di tengah suasana haru, sosok H Udin Hianggio, sahabat dr H Jusuf SK melayat dan mengantar almarhum sampai ke tempat peristirahatan terakhir, Jumat

TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
H Udin Hianggio, mantan Ketua DPRD Kota Tarakan juga mantan Wali Kota Tarakan bersahabat dengan almarhum dr H Jusuf SK melayat ke rumah duka. TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN – Di tengah suasana haru, sosok H Udin Hianggio, sahabat dr H Jusuf SK melayat dan mengantar almarhum sampai ke tempat peristirahatan terakhir, Jumat (12/11/2021) lalu.

H Udin Hianggio saat itu mengenakan pakaian kemeja putih melayat di rumah duka di Jalan Mulawarman dan ikut melaksanakan salat bersama di Masjid Jusuf SK.

Udin Hianggio tampak memberikan semangata kepada Hj Elisabeth Veny, istri almarhum di pintu masuk.

Ia selanjutnya masuk melihat almarhum disemayamkan dan memberikan pelukan semangat sebagai sosok ayah kepada putri almarhum, dr Ari Yusnita.

Udin Hianggio mengungkapkan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya kepada almarhum. Udin bersama beliau juga sudah cukup lama saling mengenal.

Baca juga: Meninggal di Hari Jumat, Mantan Walikota Tarakan Jusuf SK Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Dwikora

Baca juga: Mantan Walikota Tarakan Jusuf SK Berpulang, Norhayati Andris Sebut Sosoknya Ramah dan Mengayomi

Baca juga: Kabar Duka, Jusuf SK Meninggal Dunia, Gubernur Kaltara Sebut Sosoknya Sebagai Ayahanda Tercinta

“Beliau wali kota dua periode, saya saat itu sebagai Ketua DPRD. Bagaimana kita membangun Tarakan dan apa yang dilihat dan dirasakan masyarakat itu adalah hasil kerja keras beliau. Dan saya hanya sebagai pendorong dan pendamping beliau saat itu,” ungkap Udin Hianggio.

Mantan Ketua DPRD Tarakan ini melanjutkan, apa yang dilihat sekarang ini, Tarakan menjadi sangat maju tak lepas dari perjuangan almarhum. Apa yang dirasakan warga Tarakan saat ini adalah buah dari kerja keras dan perjuangan almarhum.

“Termasuk terbentuknya Provinsi Kaltara. Beliau sebagai kakak saya, sebagai saudara saya, sebagai sahabat berjuang bersama memperjuangan Universitas Borneo menjadi negeri,” ungkapnya.

Universitas Borneo Tarakan kala itu masih berstatus swasta. Dan ia sebagai perwakilan DPRD sangat mensupport almarhum dan akhirnya Universitas Borneo Tarakan kini sudah menyandang status sebagai perguruan tinggi negeri.

“Mudah-mudahan apa yang sudah beliau kerjakan, sudah canangkan bisa diambil dicontoh generasi penerus kita. Kepada keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan atas cobaan ini,” ungkap Udin Hianggio.

Baca juga: Walikota Pertama Jusuf SK Sebut Membangun Tarakan Tidak Bisa Seperti Sulap, Ini Maksudnya

Menurut Udin Hianggio, almarhum hanya berbeda dua tahun lebih tua darinya. “Beda umur dua tahun. Beliau sekarang 76 tahun, saya umur 74 tahun. Desember nanti saya berusia 75 tahun, beliau 77 tahun seharusnya,” ungkapnya.

Pengalaman paling berkesan, ia sangat mendukung juga sebagai salah seorang pengagum.

“Saya salut dengan ide-ide yang beliau sampaikan, ide cemerlang. Sehingga alhamdulillah teman-teman di DPRD bisa memahami itu saat masih menjabat sebagai Ketua DPRD dan beliau Wali Kota Tarakan,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved