Rabu, 13 Mei 2026

Berita Kaltim Terkini

Hadiri COP 26 UNFCCC, Gubernur Isran Noor Sebut Kaltim Bisa Hasilkan Energi Baru Terbarukan

Hadiri Conference of Parties (COP ) United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) ke 26 di Glasgow Inggris, Isran Noor berkomitmen

Tayang:
Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/BIRO ADPIM PEMPROV KALTIM
Gubernur Isran Noor bersilaturahmi ke Dubes Indonesia untuk Inggris usai hadiri kegiatan COP UNFCCC. Kegiatan tersebut membahas terkait perubahan iklim dengan beberapa delegasi negara lainnya. TRIBUNKALTIM.CO/BIRO ADPIM PEMPROV KALTIM 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Hadiri Conference of Parties (COP ) United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) ke 26 di Glasgow Inggris, Isran Noor berkomitmen menurunkan emisi karbon.

Ia menyebutkan komitmen Pemprov Kaltim untuk menurunkan emisi karbon hingga 23 juta CO2e.

“Kami menyadari SDA akan segera habis, karenanya strateginya dengan menggeser paradigma ekonomi berbasis sumber daya tak terbarukan ke terbarukan,” ucap Isran Noor dalam siaran pers biro Adpim Pemprov Kaltim yang diterima Tribunkaltim.co Senin (15/11/2021) pagi.

Ia mengatakan Kaltim berpotensi dalam mengembangkan energi baru terbarukan (EBT). Sehingga ke depan Kaltim tidak perlu berfokus kepada energi fosil seperti batubara dan migas.

Ia menyebut energi panas bumi, panel Surya dan bio energi memiliki potensi sumber energi listrik yang tinggi.

Baca juga: Gunakan Energi Baru Terbarukan, PLN Kaltim Kaltara Siap Beralih ke PLTA

Baca juga: Indonesia Baru 10 Persen Gunakan Energi Baru Terbarukan

Baca juga: HUT ke-56 Bankaltimtara, Energi Baru Dukung Pemulihan Ekonomi

Seperti panas bumi yang bisa menghasilkan 18 MW, PLTMH (3,6 MW), Energi Surya (13.479 MW) dan Bionergi 1.086 MW.

“Saat ini ada 53 pembangkit listrik yang menggunakan tenaga matahari, usaha ini mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat Kaltim yang sudah puluhan tahun belum menikmati listrik yang layak, sementara rakyat di Inggris meski tinggal di pelosok desa sudah bisa menikmati listrik dengan aman dan nyaman,” katanya.

Sementara itu, Ambassador UK for COP26 Ken O'Flaherty menjanjikan akan memperjuangkan hal tersebut. Namun ia meminta Pemprov Kaltim dan Pemerintah RI menyampaikan proposal ke Inggris.

“Masalah emisi karbon masalah bersama, sebagai negara maju tentu harus punya kepedulian agar masyarakat di negara berkembang bisa maju dengan tidak mengorbankan kawasan hutannya,” ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved