Breaking News:

Berita Samarinda Terkini

Sebagai Pilot Project Pro Bebaya 2021, Pemkot Samarinda Alokasikan Dana Rp 100 Juta untuk 59 RT

Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda telah memulai tahapan pelaksanaan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (Pro Bebaya) pada tahun 2021 ini

Penulis: Hanifan Ma'ruf | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/HANIVAN MA'RUF
Pemkot Samarinda mulai melakukan persiapan berjalannya pilot project program Pro Bebaya pada tahun 2021. Sebanyak 59 RT mewakili tiap kelurahan di Samarinda menerima dana Rp 100 juta. TRIBUNKALTIM.CO/HANIVAN MA'RUF 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda telah memulai tahapan pelaksanaan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (Pro Bebaya) pada tahun 2021 ini.

Pemkot Samarinda melalui Bagian Pemerintahan telah melakukan sosialisasi kepada 59 kelurahan di Samarinda tentang teknis pelaksanaan Pro Bebaya pada tahun ini.

Di tahun 2021 sendiri melalui anggaran APBD perubahan pemkot mencanangkan pelaksanaan Pilot Project di satu RT dalam satu kelurahannya yang dikatakan telah mulai melakukan persiapan.

"Kemarin kita undang pelaksana kegiatan dari bendahara dan kelurahan, tujuannya supaya tahu bagaimana melaksanakan secara teknis Pro Bebaya itu," ujar Arif Surochman selaku Kepala Bagian Pemerintahan Pemkot Samarinda, Senin (15/11/2021).

Arif menyebutkan tiap kelurahan juga telah menentukan satu RT yang akan melaksanakan pilot project program tersebut pada tahun ini.

Baca juga: Ketemu Walikota Andi Harun, Dirum BPJS Kesehatan Sinergikan Program JKN dengan Pro Bebaya

Baca juga: Andi Harun Luncurkan Pro Bebaya, 59 RT Jadi Pilot Project di 2021, Alokasikan Dana Mulai Rp 100 Juta

Baca juga: Walikota Samarinda Andi Harun Launcing Program Pro Bebaya, Ini Tujuannya

Setiap satu RT pada 2021 ini menerima dana Rp 100 juta untuk menjalankan program pemberdayaan dan pengembangan masyarakat yang pelaksanaannya diatur dalam Peraturan Walikota Nomor 46 Tahun 2021.

Sehingga anggaran yang dialokasikan untuk pilot project Pro Bebaya pada tahun 2021 ini adalah Rp 5,9 miliar.

"Ketika mereka sudah mengambil DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran) sudah bisa berjalan, karena untuk melaksanakan kegiatan harus ada DPA sebagai dasar pelaksanaan, itu sudah mulai diterima pada minggu ini, kita juga akan memantau langsung pelaksanaannya di lapangan," ungkap Arif lebih lanjut.

Kelurahan akan menjadi fasilitator dan pembina dalam berjalannya program ini.

Arif menyebutkan untuk pelaksanaan Pro Bebaya pada tahun 2022 masih menunggu kepastian anggaran pada APBD tahun 2022 yang masih dalam pembahasan dan masih kemungkinan berubah.

Baca juga: Walikota Samarinda Andi Harun Bertemu dengan Forum RT Sungai Pinang Dalam, Bahas Pro Bebaya

"Kita juga akan evaluasi melalui pelaporan masing-masing RT dalam beberapa waktu ke depan dan akan kelihatan apa yang masih kurang sehingga 2022 lebih baik lagi pelaksanaannya," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved