Selasa, 7 April 2026

Protes Tambang di Kaltim

Tolak Tambang, PMII Akan Datangi Dinas ESDM Kaltim Senin Besok

Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi PMII Pengurus Kordinator Cabang (PKC) Kaltim-Kaltara berunjuk rasa di depan kantor Gubernur Kaltim

TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO
Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi PMII Kaltim-Kaltara menggelar unjuk rasa di depan kantor Gubernur, Kamis (18/11/2021). Mereka meminta pemerintah bertindak tegas terkait kontrak tambang dari beberapa perusahaan yang akan habis dalam waktu dekat ini. TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA - Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi PMII Pengurus Kordinator Cabang (PKC) Kaltim-Kaltara berunjuk rasa di depan kantor Gubernur Kaltim.

Setelah hampir tiga jam berunjuk rasa, pada mahasiswa akhirnya menemukan kesepakatan dengan pemerintah.

Mereka dijanjikan akan bertemu dengan Kadis ESDM Kaltim C. Benny Senin (22/11/2021).

Mereka akan menyuarakan aspirasi masyarakat terkait permasalahan tambang yang terjadi.

Khususnya terkait Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) perusahaan batubara yang akan habis dalam waktu dekat.

Mereka meminta agar pemerintah lebih baik tidak memperpanjang perjanjian tersebut. Sebab dirasakan ada beberapa kerugian khususnya dirasakan masyarakat.

Baca juga: Tegas Tolak Tambang, Walikota Balikpapan Rahmad Masud Soroti Tiga Wilayah Perbatasan

Baca juga: Pengurus PMII Tuntut Gubernur Kaltim Datangi Mahasiswa Jelaskan Persoalan Izin Tambang

Baca juga: PMII Tuntut Ketegasan Pemprov Kaltim Atas Izin Tambang yang akan Habis: Perbaiki Lingkungan

Bahkan ia mengancam akan membawa massa lebih banyak jika pertemuan pada hari Senin besok tidak dapat terealisasi.

"Hari Senin mereka tidak bisa diajak berkomunikasi dalam silaturahmi kita akan bawa massa jauh lebih besar," ucapnya.

Sementara itu Kasatpol PP I Gede Yusa mengatakan bahwa Kadis ESDM ingin sekali bertemu dengan para mahasiswa. Namun, Kadis ESDM sedang ada perjalanan dinas ke luar kota.

Bahkan ia menjadi jaminan ke mahasiswa jika Senin besok pertemuan dibatalkan.

"Kita fasilitasi komunikasi dijanjikan hari Senin. Saya berikan nomor saya ke korlap. Itu namanya tanggung jawab dalam memfasilitasi bertemu dengan beliau," ucap I Gede Yusa.

Diberitakan sebelumnya Kondisi cuaca di kota Samarinda yang sebelumnya panas berubah menjadi hujan deras.

Meskipun hujan deras terus mengguyur, para mahasiswa yang tergabung dalam organisasi PMII Pengurus Kordinator Cabang Kaltim-Kaltara terus menyuarakan aspirasi mereka terkait izin tambang dari beberapa perusahaan yang akan habis dalam waktu dekat ini.

Mereka pun meminta agar kepala Dinas ESDM atau perwakilan mendengarkan aspirasi mereka secara langsung. Namun hanya perwakilan dari ESDM yang datang menemui mahasiswa. Ketika berdiskusi, para mahasiswa tidak puas akan statmen perwakilan dinas ESDM.

"Kami kecewa atas sikap dari ESDM tadi. Mereka menyebut kematian 40 orang di lubang tambang karena masalah teknis. Terus tadi kami mendengarkan bahwa korban lubang tambang hanya dibayar perusahaan cuma Rp 2 ribu," ucap Ketua PKC PMII Kaltim-Kaltara Zainuddin.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved