Breaking News:

Berita Malinau Terkini

Upaya Mempertahankan Kebudayaan, LABT Malinau Wariskan Nilai Adat Melalui Kesenian Daerah

Lembaga Adat Besar Tidung (LABT) Malinau mengajarkan nilai-nilai kebudayaan melalui kesenian daerah di Kabupaten Malinau

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD SUPRI
Pemangku/Penasehat Lembaga Besar Tidung Kabuoaten Malinau, Pangeran Bangsawan saat ditemui di Balai Adat Tidung, Malinau Seberang Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Sabtu (20/11/2021).TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD SUPRI 

TRIBUNKALTIM.CO,MALINAU- Lembaga Adat Besar Tidung (LABT) Malinau mengajarkan nilai-nilai kebudayaan melalui kesenian daerah di Kabupaten Malinau.

Sejak usia dini, penggiat seni asuhan Lembaga Adat tersebut telah diajarkan falsafah adat melalui komunitas jesenian asuhannya.

Penasehat Lembaga Adat Besar Tidung Kabupaten Malinau, Pangeran Bangsawan menuturkan satu dari sekian tugas lembaga adat mempertahankan warisan leluhur.

"Adat istiadat dan budaya suku Tidung di Malinau bertahan sejak zaman leluhur dulu. Tugas kita di lembaga adat adalah mewariskan adat," ujarnya, Sabtu (20/11/2021).

Baca juga: Biaya Hidup Tinggi, Serikat Pekerja di Malinau Minta Upah Minimum 2022 Naik 10 Persen

Baca juga: Tersisa 4 Kasus Aktif Covid-19, Malinau Nihil Kasus Kematian Sejak Akhir Oktober 2021

Baca juga: Lima Siswa Ikut Kompetisi Sains Nasional 2021, Angelia Boyong Medali Perunggu untuk Malinau

Menurutnya, kesenian daerah merupakan wadah yang tepat untuk merangkul generasi muda di Malinau.

Melalui komunitas kesenian, adat istiadat diajarkan sejak usia dini kepada generasi muda suku Tidung di Malinau.

Komunitas kesenian dinilai sebagai medium efektif untuk menanamkan nilai kebudayaan. Sebab, menurutnya pemuda lebih akrab dengan lakon kesenian.

"Biasanya lewat kesenian daerah, anak-anak muda bisa kita rangkul. Karena anak-anak suka kesenian, mau berkarya," katanya.

Lembaga Adat Tidung Malinau mengasuh komunitas kesenian. Melalui Sanggar Tari Bebelen Ibenayuk Tenggilan, kesenian dan tradisi adat diajarkan sejak usia dini.

Mulai usia anak-anak hingga dewasa, komunitas kesenian tersebut seringkali tampil dalam event kesenian regional.

Baca juga: PTM dan Takziah Penyumbang Kasus Covid-19, Tatap Muka di Sekolah Malinau Masih Berjalan Lancar

Sejumlah adat istiadat, prosesi dan kesenian daerah suku Tidung Malinau telah terdaftar sebagai warisan budaya tak benda, diantaranya, Bepupur dan Bebelen.

Pangeran Bangsawan menerangkan nilai kebudayaan suku Tidung di Malinau lebih banyak berujud kesenian daerah, seperti tari-tarian, lagu, syair dan pantun. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved