Breaking News:

Berita Kaltara Terkini

Tak Ada Lagi Subsidi Ongkos Angkut untuk Krayan Nunukan, Stok Sembako Banyak di Gudang Koperasi

Program subsidi ongkos angkut (SOA) untuk wilayah Krayan Nunukan sudah terealisasi sepenuhnya. Program yang berjalan sejak bulan Agustus lalu ini, me

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTARA.COM/MAULANA ILHAMI FAWDI
Pesawat SAM Air berada di apron Bandara Tanjung Harapan, Tanjung Selor. Pesawat ini adalah salah satu armada yang digunakan untuk melayani program subsidi ongkos angkut (SOA) untuk wilayah pedalaman dan perbatasan di Kaltara. TRIBUNKALTARA.COM/MAULANA ILHAMI FAWDI 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR – Program subsidi ongkos angkut (SOA) untuk wilayah Krayan Nunukan sudah terealisasi sepenuhnya.

Program yang berjalan sejak bulan Agustus lalu ini, mengandalkan angkutan pesawat untuk mengangkut bahan sembako bagi warga yang tinggal di wilayah perbatasan RI-Malaysia.

Dengan adanya program SOA diharapkan harga-harga bahan sembako tidak terlalu mahal dan dapat dijangkau oleh masyarakat.

Namun di bulan November ini, program SOA untuk Krayan, Nunukan sudah berjalan 100 persen, artinya tidak akan ada lagi subsidi ongkos angkut untuk warga Krayan hingga akhir tahun nanti.

“SOA di Krayan sudah 100 persen sudah selesai, dari SAM Air dari armadanya sudah melaporkan kalau sudah 100 persen,” kata Pelaksana Tugas Kepala Disperindagkop Kaltara Hasriyani, Minggu (21/11/2021).

Baca juga: Subsidi Ongkos Angkut di Malinau Berjalan, 2 Kecamatan Krayan Peroleh Jatah 78 Penerbangan

Baca juga: Subsidi Ongkos Angkut Speedboat di Mahulu Berlanjut, Ada Tambahan Armada untuk Wilayah Hulu

Kendati program SOA sudah selesai, pihaknya memastikan pasokan sembako bagi warga Krayan Nunukan tetap aman hingga akhir tahun.

Hal ini dikarenakan perdagangan perbatasan yang menggunakan koperasi sudah dibuka dan mampu memasok kebutuhan sembako.

“Waktu awal lockdown Covid-19 kemarin 2020 Bupati Nunukan minta difasilitasi ke kementerian agar perdagangan perbatasan dibuka di Krayan,” katanya.

“Dan dari Ba'kelalan Sarawak, juga menunjuk koperasi agar bisa kerja sama dengan koperasi yang ditunjuk dari kita, lalu dari Februari 2021 itu sudah ada pengiriman barang dan itu berjalan,” ujarnya.

“Jadi kami pikir aman, dan kami pikir semua kebutuhan yang dari perdagangan perbatasan stoknya cukup,” tambahnya.

Kendati harga barang sembako dari koperasi perdagangan perbatasan lebih tinggi bila dibandingkan harga sembako dari program SOA, Hasriyani mengungkapkan yang terpenting ialah pasokan stok yang mencukupi.

Baca juga: Dinas Perindagkop Kaltara Berharap Subsidi Ongkos Angkut Barang Berjalan Bulan Ini

“Memang harganya tidak sama dengan SOA, tapi masih bisa dijangkau masyarakat, karena gula yang Rp 35.000 saja mereka beli, dan kalau tidak salah dari perbatasan itu harganya Rp 22.000, kalau dari kita yang subsidi itukan Rp 16.000 sampai Rp 18.000,” terangnya.

“Dan itu gula juga masih menumpuk di gudangnya di sana,” tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved