Breaking News:

Berita Balikpapan Terkini

Pertamina Balikpapan Bekali Kader Posyandu Pertolongan Pertama Kegawatdaruratan

Pertamina melalui PT Kilang Pertamina Internaional (KPI) Unit Balikpapan menyelenggarakan pelatihan pertolongan pertama kegawatdaruratan.

HO/Pertamina
Pertamina melalui PT Kilang Pertamina Internaional (KPI) Unit Balikpapan menyelenggarakan pelatihan pertolongan pertama kegawatdaruratan. HO/Pertamina 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pertamina melalui PT Kilang Pertamina Internaional (KPI) Unit Balikpapan menyelenggarakan pelatihan pertolongan pertama kegawatdaruratan.

Pelatihan dilakukan kepada para kader Posyandu Ria Manuntung 09, Baru Tengah dengan menghadirkan Pembimbing Fungsional Kesehatan Kerja, dr Halidina.

Kegiatan diawali dengan memberikan pemahaman umum mengenai prosedur isolasi mandiri pasien Covid-19.

Selain itu, juga diberikan pengetahuan jenis-jenis keadaan gawat darurat yang terdiri dari serangan jantung dan henti jantung, cedera fisik akibat kecelakaan, kesulitan bernapas, stroke dan keracunan.

"Kesulitan bernafas, serangan jantung dan keracunan sering menghampiri para pasien covid-19 yang melakukan isolasi mandiri," kata dr Halidina.

Baca juga: Mungkin Bawa Pasien Gawat Darurat, Ambulans Nekat Lawan Arah, Tabrak Pengendara Motor di Banyuwangi

Baca juga: Jadi Relawan di PSC 199, Simak Kisah Sri Waty Devita Silalahi Saat Evakuasi Pasien Gawat Darurat

Baca juga: Demi Konten di Sosial Media,DJ Katty Butterfly Masuk Unit Gawat Darurat Setelah Makan Jengkol Mentah

Kesulitan bernafas ini menurutnya disebabkan oleh kadar oksigen yang kurang di dalam darah yang sering menyerang pasien Covid-19 hingga tidak sadarkan diri.

Kondisi ini disebut dengan Happy Hypoxia. Pulse oximeter dapat menjadi alat pendeteksi awal untuk mengukur kadar oksigen dalam darah.  Jika pasien mengalami Happy Hypoxia akut hingga tidak sadarkan diri dibutuhkan bantuan hidup dasar.

"Pastikan sebelum memberikan bantuan hidup dasar kita harus memberikan pengamanan diri minimal menggunakan sarung tangan," jelasnya.

Hal lain, yang perlu dilakukan para kader adalah mengecek respon korban, kemudian memanggil bantuan, lalu mengecek napas dan nadi kurang dari 10 detik.

Jika tidak ada respon, dilakukan kompresi ke dada pasien untuk membantu sirkulasi pernapasannya. Kader Posyandu juga praktik langsung mengenai cara melakukan kompresi dada yang benar.

Baca juga: Zein Datangi Ruang Instalasi Gawat Darurat

“Harapannya kegiatan ini dapat diperluas ke daerah lain agar dapat memberikan pemahaman kondisi kegawatdaruratan khususnya di era pandemic Covid-19,” ucap dr Halidina.

Salah satu peserta Kader posyandu Ria Manuntung 09, Ratna menyampaikan manfaat dari pelatihan tersebut. Yakni, menambah pengetahuan mengenai pertolongan pertama yang dapat dilakukan jika terjadi kondisi kegawatdaruratan.

"Harapannya dapat memberikan kepada teman-teman dan orang terdekat mengenai pengetahuan yang telah diberikan oleh Dinas Kesehatan,” katanya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR PT KPI Unit Balikpapan Ely Chandra Peranginangin mengharapkan bahwa pelatihan dapat memperkaya pengetahuan yang dimiliki Kader.

"Kader Posyandu ini kami harap dapat menjadi aktor penggerak sosial masyarakat di bidang kesehatan untuk mengajak warga memahami pengelolaan kesehatan yang benar," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved