Breaking News:

Berita Bontang Terkini

UMK Bontang 2022 Tetap Rp 3.182.706, Disnaker Tak Usulkan Kenaikan karena Belum Ada Dewan Pengupahan

Dinas KetenagaKerjaan (Disnaker) Bontang memastikan tidak akan mengusulkan kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) 2022 ke Pemprov Kalimantan Timur.

Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Kantor Pelayanan Dinas Ketenagakerjaan Bontang. TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Dinas KetenagaKerjaan (Disnaker) Bontang memastikan tidak akan mengusulkan kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) 2022 ke Pemprov Kalimantan Timur.

Hal itu ditegaskan Kepala Bidang Hubungan Industrial, Disnaker Bontang, Andi Kurnia saat dikonfirmasi, Kamis (25/11/2021).

Ia beralasan, usulan UMK tidak dilakukan lantaran belum pembentukan Dewan Pengupahan.

"Yah, karena belum terbentuk. Kemungkinan tahun berikutnya," ujarnya.

Andi menjelaskan, di dalam tim dewan pengupahan ini terdiri dari unsur pemerintah, organisasi pengusaha, Serikat Pekerja atau buruh, akademisi, dan pakar yang telah memenuhi persyaratan.

Baca juga: UMP 2022 Kaltara Naik, Penetapan Upah Minimum Kabupaten Malinau Dijadwalkan Kamis Ini

Baca juga: Upah Minimum Kabupaten PPU Tahun 2022 Naik, tapi Nilainya Kecil

Dewan Pengupahan ini berfungsi merumuskan usulan kenaikan UMK Bontang berdasarkan nilai pertumbuhan ekonomi dan inflasi Bontang tiga tahun ke belakang sesuai data pertumbuhan ekonomi dari BPS.

"Tidak cuman karena itu. Data BPS juga tidak ada. Jadi tidak bisa dirumuskan. Jadi kita pakai UMK yang lama dengan besaran Rp 3.182.706," jelasnya.

Diketahui, seluruh kabupaten dan kota telah menerima surat dari Pemprov Kaltim terkait usulan UMK 2022 beberapa waktu lalu. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved