Virus Corona di Kaltim
Selisih 1.163 Data Kematian Covid-19 dengan Penerima Bantuan, Ini Kata Dinsos Kaltim
Ada hal menarik berdasarkan jumlah penerima santunan korban meninggal akibat Covid-19
Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA- Ada hal menarik berdasarkan jumlah penerima santunan korban meninggal akibat Covid-19.
Dari data Dinas Kesehatan Kalimantan Timur tercatat sekitar 5.452 korban meninggal dunia dikarenakan Covid-19.
Namun Dinas Sosial Kaltim mencatat hanya 4.289 korban yang mendapatkan santunan.
Dari selisih 1.163 orang itu Dinsos Kaltim menjelaskannya. Kepala Dinsos Kaltim Agus Heri Kesuma, Jumat (3/12/2021) mengatakan ada empat kemungkinan dari 1.163 yang tidak menerima santunan.
Pertama bisa saja orang yang meninggal itu bukan warga yang berdomisili di Kaltim.
Baca juga: 36 Berkas Penerima Santunan Covid-19 di Paser Belum Penuhi Syarat, Ahli Waris Harus Lengkapi Syarat
Baca juga: 129 Berkas Santunan Covid-19 Dikembalikan ke Dinsos Samarinda, Baru 68 Berkas yang Lengkap
Baca juga: Berikut Persyaratan yang Harus Dipenuhi Ahli Waris untuk Dapat Santunan Covid-19 Rp 10 Juta
Hal tersebut dibuktikan dengan kartu keluarga ataupun KTP korban yang meninggal dunia.
Kedua, hal tersebut dikarenakan statusnya meninggal karena probable.
Terakhir faktor penyebab 1.163 warga tidak mendapatkan santunan tidak melakukan pendaftaran dikarenakan mampu.
"Lalu keempat bisa saja data (Dinas) kesehatan itu salah," ucap Agus Heri Kesuma.
Ia mengatakan data dari Dinkes itu bukan menjadi salah acuan pihaknya memberikan bantuan.
Menurutnya data dari Dinas kesehatan itu data keseluruhan korban meninggal dunia.
Sedangkan Dinkes mengambil data korban meninggal dunia berdasarkan data dari masing-masing rumah sakit yang merawat pasien Covid-19.
Sementara itu dana yang dipakai bersumber dari APBD Provinsi Kaltim tahun 2021.
Anggaran tersebut berasal dari Belanja Tak Terduga (BTT).
Baca juga: Update Covid-19 di Kaltim, Bertambah Satu Kasus, Kutai Kartanegara Kembali Zona Kuning
"Kita bayar langsung. Pakai BTT duit kita. Langsung transfer, simbolis kan ada Gubernur. Bisa juga diacarakan kayak BSM. Saat ini tunggu kesiapan BPD (Bankaltimtara). Soalnya BPD kan yang buka rekening," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kadinsos-kaltim-agus-heri-kesuma-0087.jpg)