Breaking News:

Berita Samarinda Terkini

Hari Anti Korupsi dan HAM di Samarinda, Seniman Gelar Pameran Seni Malam Ini

Jelang peringatan hari Korupsi dan HAM sedunia, beberapa seniman serta aktivis di Kota Samarinda gelar pameran seni

Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Budi Susilo
HO/WAWAN
Ilustrasi unjuk rasa. Jelang peringatan hari Korupsi dan HAM sedunia, beberapa seniman serta aktivis di Kota Samarinda gelar pameran seni hari ini, Selasa (7/12/2021) malam. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Jelang peringatan hari Korupsi dan HAM sedunia, beberapa seniman serta aktivis di Kota Samarinda gelar pameran seni hari ini, Selasa (7/12/2021) malam.

Wawan selaku koordinator acara mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk ekspresi para seniman dan aktivis khususnya berkaitan dengan isu korupsi dan HAM.

Apalagi kedua isu tersebut seringkali bergema di Indonesia bahkan Kalimantan Timur sendiri.

"Jalinan antara Mawar Bebas, Aksi Kamisan Kaltim dan Kelompok Belajar Anak Muda {KBAM} bersama dengan kelompok dan invidu pro demokrasi lainnya akan menghadirkan agenda pameran karya yang dirangkai dengan diskusi dan aksi kreatif," ucap Wawan.

Baca juga: NEWS VIDEO Pameran Seni Budaya, Mida Jelaskan Rotan Yang Baik Untuk Membuat Anjat

Baca juga: UPTD Taman Budaya Kaltim Gelar Pameran Seni Rupa, Pihak Museum Mulawarman Tampilkan Perajin Anjat

Baca juga: NEWS VIDEO Komnas HAM Minta Pejabat Publik Tahan Diri Hadapi Kritik

Wawan mengklaim model gelaran nanti malam berbeda dengan pameran atau expo-expo pada umumnya.

Perupa dari Yogyakarta Mawar Bebas akan memilih ruang yang bebas dari tendensi atau kepentingan politik maupun ekonomi praktis.

Untuk itu bersama dengan Aksi Kamisan Kaltim, KBAM, Individu dan Kelompok Pro Demokrasi Lainnya, Mawar Bebas akan menyajikan pagelaran rupa.

Hal ini sebagai bentuk kebebasan dari seorang seniman untuk menyampaikan. "Apa yang menjadi kegelisahan diri dan kegelisahan bersama," ucapnya.

Ia mengatakan hasil karya seni yang tersaji berupa lukisan para pelukis.

Hasil karya tersebut merupakan bentuk ekspresi serta kritik mereka terkait penanganan korupsi dan HAM yang masih lemah di dalam negeri.

Sebagai reaksi atas berbagai macam bentuk ketidakadilan dan penindasan terhadap masyarakat oleh kekuatan negara maupun korporasi.

"Apa yang akan ditampilkan olehnya tentu terbuka untuk ditafsir dari berbagai sisi," ujarnya.

Kegiatan ini digelar di Culture Folk Jl. M. Yamin samping Kampus STIMIK Wicida Kota Samarinda.

Kegiatan pameran bertema Merawat Ingat Menghantam Sekat ini digelar mulai pukul 19.00 Wita. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved