UPTD Taman Budaya Kaltim Gelar Pameran Seni Rupa, Pihak Museum Mulawarman Tampilkan Perajin Anjat
Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Budaya (Disdikbud) Kalimantan Timur menggelar pameran seni rupa di galeri UPTD T
Penulis: Jino Prayudi Kartono |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Budaya (Disdikbud) Kalimantan Timur menggelar pameran seni rupa di galeri UPTD Taman Budaya Kaltim, Kamis (15/10/2020).
Pameran tersebut juga diikuti oleh UPTD Museum Mulawarman.
Nurzam, pamong budaya Museum Mulawarman mengatakan, pameran ini untuk menunjukkan alat angkut yang dimiliki oleh masyarakat suku Dayak.
Beberapa peralatan angkut suku Dayak seperti anjat, kumpa, berangka, kiang dan beberapa peralatan lainnya dipamerkan di kegiatan tersebut.
Peralatan tersebut masih dibuat secara tradisional.
"Seperti anjat ini dibuat dari bahan rotan yang dianyam. Beberapa juga dibuat menggunakan rotan," ucapnya.
Dengan adanya pameran tersebut diharapkan dapat memancing wisatawan ataupun pengunjung untuk mendatangi museum tersebut ke depannya.
Sayangnya, selama pandemi Virus Corona ( covid-19 ) Museum Mulawarman ditutup untuk sementara waktu.
Baca juga: Gedung DPRD Balikpapan Dikelilingi Kawat Berduri, Demo Mahasiswa Diwarnai Aksi Teatrikal dan Puisi
Baca juga: Kepala BMKG Berau Ingatkan Warga Waspada Ancaman La Nina, Akan Muncul Bencana Hidrometeorologi
Baca juga: Vaksin Covid-19 Beredar Tahun 2021, Dinkes Kaltim Minta Pelaku Bisnis Hotel Jangan Terlalu Berharap
"Saat ini sedang ditutup, berdasarkan surat instruksi Plt Bupati museum ditutup sementara waktu," katanya.
Untuk harga kerajinan tangan ini tergantung berdasarkan ukuran dan tingkat kesulitan.
Harga anyaman anjat dan kerajinan rotan lainnya dijual mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung tingkat kesulitan kerajinan tersebut.
Selain pameran kerajinan tangan dari UPTD Museum Mulawarman, kegiatan tersebut juga memamerkan lukisan dari seniman lokal dari beberapa daerah di Kalimantan Timur.
(TribunKaltim.co/Jino Prayudi Kartono)