Natal dan Tahun Baru
Jelang Perayaan Natal 2021, Bupati Kutim Minta Gereja Bentuk Satgas Covid-19
atuan Gugus Tugas (Satgas) Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kutai Timur, mengarahkan agar gereja membuat Satgas jelang perayaan Natal
Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,SANGATTA- Satuan Gugus Tugas (Satgas) Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kutai Timur, mengarahkan agar gereja membuat Satgas jelang perayaan Hari Raya Natal 2021 mendatang.
Demikian disampaikan Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Kutai Timur sekaligus Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.
Ia berharap setiap gereja membentuk Satgas tersendiri guna memastikan jamaah menerapkan protokol kesehatan selama perayaan berlangsung.
“Akan kita sampaikan nanti kepada saudara kita, baik yang Katolik maupun Protestan, untuk kita buatkan edaran khusus di gereja agar ada Satgas di gereja dalam rangka mereka Natal,” ujarnya pada TribunKaltim.Co.
Jamaah diminta agar tetap menaati prokes meskipun saat ini kondisi penularan Covid-19 di Kutai Timur tengah mengalami penurunan.
Baca juga: Cek Syarat Naik Kapal Laut Pelni, Aturan PCR Bagi Penumpang Kapal Jelang Natal dan Tahun Baru
Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, BBPOM Samarinda Akan Perketat Keamanan Bahan Pangan di Pasar
Baca juga: Sidak Jelang Natal dan Tahun Baru di Dua Pasar, Walikota Samarinda Temukan Harga Bahan Pokok Naik
Satgas nantinya bertugas mengingatkan kepada jamaah agar senantiasa menjaga jarak, mengukur suhu tubuh sebelum masuk gereja, serta menyiapkan berbagai fasilitas prokes.
Selain itu, Satgas juga menyiapkan tempat cuci tangan dan selanjutnya memastikan seluruh jamaat menggunakan masker selama peribadatan berlangsung.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Kutim tersebut mengatakan bahwa pihaknya akan mengeluarkan kebijakan terkait pelaksanaan ibadah natal.
Salah satunya adalah pembatasan keterisian tempat ibadah yang tidak melebihi 50 persen untuk meminimalisir adanya penularan.
Baca juga: Asal Usul Sinterklas dan Santa Claus yang Mewarnai Perayaan Natal, Ini Perbedaannya
“Saat ini Kutim Level 2 namun untuk mengantisipasi adanya gelombang ketiga tetap kita akan mengimbau kepada jemaat agar kapasitas gereja tidak lebih dari 50 persen,” ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/bupati-kutai-timur-ardiansyah-sulaiman-mengarahkan0.jpg)