Rabu, 6 Mei 2026

Virus Corona di Nunukan

Seorang Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia Terpapar Covid-19, Kini Dirujuk ke RSUD Nunukan

Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Nunukan, FJ Ginting mengaku dari tiga PMI yang terkonfirmasi positif Covid-19, satu diantar

Tayang:
TRIBUNKALTARA.COM/FEBRIANUS FELIS
Ratusan Pekerja Migran Indonesia PMI antre makanan di Rusunawa Nunukan, belum lama ini. TRIBUNKALTARA.COM/FEBRIANUS FELIS 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Nunukan, FJ Ginting mengaku dari tiga PMI yang terkonfirmasi positif Covid-19, satu diantaranya dirujuk ke RSUD Nunukan, lantaran memiliki gejala Covid-19.

Sementara, dua pasien lainnya termasuk OTG, sehingga cukup menjalani isolasi di Rusunawa Nunukan dengan bangunan yang terpisah dari PMI yang sehat.

"PMI itu berinisial HH (57), dia mengalami gangguan pencernaan. Sehari lebih dari tiga kali BAB. Soal apakah itu akibat stres lalu membuatnya sakit lambung atau karena makanan, jelasnya nanti ditangani dokter," tuturnya.

Terhadap PMI yang terkonfirmasi positif Covid-19, Ginting membeberkan, pihaknya akan menyuplai vitamin agar daya tahan tubuh mereka tetap stabil.

"Kami tetap suplai vitamin buat mereka yang positif. Rusunawa itu sebelumnya sudah kami semprot disinfektan. Setelah selesai PCR di pelabuhan juga kami semprot," ungkapnya.

Baca juga: 3 Pekerja Migran Indonesia Asal Malaysia Positif Covid-19, Sampel PCR Dikirim ke Balitbangkes

Baca juga: Dideportasi dari Malaysia, 3 Pekerja Migran Indonesia yang Baru Tiba di Nunukan Terpapar Covid-19

Sekadar informasi, dari 229 PMI itu, 177 di antaranya merupakan laki-laki dewasa dan 44 perempuan dewasa. Sementara itu, anak laki-laki ada 3 orang dan anak perempuan ada 5 orang. 

Banyak Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia Alami Scabies

Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Nunukan, FJ Ginting menyebutkan banyak deportan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia yang mengalami scabies (kudis).

Menurutnya, penyakit kulit yang dialami deportan PMI bukanlah hal yang baru. Sebagian besar PMI yang dideportasi dari Malaysia selalu mengalami scabies.

"Kami sudah tangani kalau masalah scabies dan hampir semua PMI alami itu baik anak-anak sampai Lansia. Kami punya poliklinik insidental, jadi obat-obatan yang mudah disiapkan, kami siapkan," kata Ginting kepada TribunKaltara.com, Senin (13/12/2021).

Lebih lanjut dia menyampaikan, kemungkinan besar scabies yang dialami oleh PMI akibat air dan lingkungan yang tidak dijamin kebersihannya selama menjalani masa tahanan.

"Kita tidak bisa simpulkan tapi kemungkinan besar karena sumber air, sanitasi agak terganggu, atau lingkungan yang kurang bersih," ucapnya.

Baca juga: Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman Terbitkan Instruksi Nataru, Perjalanan Pekerja Migran Diperketat

Selain penyakit kulit, dari 229 PMI yang dideportasi itu ada yang mengalami depresi ringan.

Hal itu sudah dia komunikasikan ke Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana, untuk mendapatkan trauma healing.

"PMI yang depresi ringan itu berjenis kelamin laki-laki, perkiraan usia 20 tahun. Begitu tiba, saya ajak dia bicara tapi dia tidak bisa berkomunikasi dengan baik. Hanya mengangguk dan kadang dibantu sama temannya yang sama-sama dari tahanan," ujarnya.

"PMI yang depresi itu sudah ditangani psikolog. Dia diberikan semacam trauma healing," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved