Breaking News:

Natal dan Tahun Baru

Soft Launching Kawasan Wisata Pantai Amal Ditunda, Walikota Tegaskan Ikuti Inmendagri Nataru

Rencananya momen HUT ke-24 Tarakan hari ini, akan dilakukan soft launching kawasan wisata Pantai Amal, Rabu (15/12/2021).

TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH
Soft launching kawasan wisata Pantai Amal Kota Tarakan ditunda. TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN – Rencananya momen HUT ke-24 Tarakan hari ini, akan dilakukan soft launching kawasan wisata Pantai Amal, Rabu (15/12/2021).

Namun rencana ini terpaksa ditunda mengingat dan mempertimbangkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 66 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 pada Saat Natal dan Tahun Baru Tahun 2022.

Usai upacara HUT ke-24 Kota Tarakan, Walikota Tarakan yang ditemui awak media membenarkan informasi penundaan kegiatan soft launching yang seharusnya sudah dijadwalkan hari ini.

Dikatakan Walikota Tarakan, dr Khairul, M.Kes, penundaan ini juga bagian dari mengikuti arahan Presiden Joko Widodo.

“Walaupun sebenarnya kondisi Kota Tarakan sudah kondusif, tapi ini instruksi nasional dan harus diikuti,” ujar Walikota Tarakan, dr Khairul, M.Kes.

Baca juga: Soft Launching Kawasan Pantai Amal Tarakan Dibuka 15 Desember, Persiapkan Iraw Tengkayu Tahun Depan

Baca juga: Lomba Layang-layang di Pantai Amal Diikuti Puluhan Peserta, Momen Meriahkan HUT ke-24 Tarakan

Baca juga: Pembangunan Pagar di Pantai Amal Tarakan Sempat Digugat, Khairul: Jika Didiskusikan Pasti Ada Solusi

Ia menjelaskan, adapun nantinya akan kembali dijadwalkan ulang. Namun tentu melewati 24 Desember 2021-2 Januari 2022 mendatang.

“Kalau ditanya kapan jadwal ulang ya secepatnya. Tahun depan. Yang jelas tidak boleh di antara tanggal 2 Januari 2022. Karena mulai 24 Desember-2 Januari tidak boleh ada acara pengumpulan massa,” beber Khairul.

Sehingga jika dipaksakan dilakukan soft launching dikhawatirkan terjadi pengumpulan massa nanti. Selain itu juga, dalam Inmendagri terbaru itu juga ada larangan menyalakan atau pesta kembang api.

“Itu diatur dalam Inmendagri semua dan tidak boleh dilakukan,” jelasnya.

Adapun jelang pelaksanaan Nataru lanjutnya, untuk kegiatan open house atau silaturahmi dikatakan Khairul tidak spesifik dijelaskan dalam aturan terbaru.

“Sebenarnya open house boleh saja yang terpenting tetap jaga prokes. Untuk keluarga terdekat,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved