Berita Nasional Terkini
3 Tagar Kritik Polisi Disorot Kapolri Listyo Sigit, Ada No Viral No Justice Hingga 1 Hari 1 Oknum
3 tagar kritik polisi disorot Kapolri Listyo Sigit Prabowo, ada No Viral No Justice hingga 1 Hari 1 Oknum
TRIBUNKALTIM.CO - Belakangan ini viral di media sosial terutama Twitter tagar bernada kritik terhadap polisi.
Ada tagar No Viral No Justice hingga 1 Hari 1 Oknum yang berseliweran di dunia maya.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun menyorot 3 tagar yang belakangan viral.
Kepada jajarannya, Listyo Sigit Prabowo meminta jajarannya memberi perhatian terhadap kritik yang masuk.
Diketahui, beberapa kasus yang melibatkan polisi seperti pengaduan yang tak dilayani secara prima, hingga perilaku negatif oknum polisi di masyarakat, menjadi penyebab maraknya tagar tersebut.
Baca juga: Polri Bongkar Mengapa Kontak Senjata dengan KKB Papua Masih Terjadi, Kelompok Lamek Taplo Brutal
Baca juga: Usai Kontak Senjata di Pegunungan, Markas Komando KKB Papua Ditemukan TNI-Polri
Baca juga: TNI- Polri di Kubar Gelar Vaksin Covid-19, Target 800 Dosis untuk Umum
Dilansir dari Tribunnews.com dalam artikel berjudul Tagar #PercumaLaporPolisi dan #NoViralNoJustice Viral di Media Sosial, Apa Reaksi Kapolri? Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo angkat bicara mengenai persepsi masyarakat terhadap Polri dengan munculnya tagar-tagar yang mengkritik kepolisian.
Listyo mengingatkan jajarannya agar menanggapi serius setiap laporan aduan yang dibuat masyarakat.
Demikian hal itu disampaikan Listyo saat bicara di acara Rakor Anev Itwasum Polri 2021 yang disiarkan di YouTube Divisi Humas Polri, Jumat (17/12/2021).
Awalnya, Listyo mengatakan saat ini Polri memiliki program 'Dumas Presisi', itu adalah program menangani pengaduan masyarakat.
"Tadi sudah disampaikan ada program Dumas Presisi namun juga ada pengaduan-pengaduan masyarakat yang melalui surat, dan tentunya ini semua harus kita tindaklanjuti dengan respons yang cepat," katanya.
Sigit menyampaikan dua tagar pertama yang menjadi sorotan dimulai dari tagar kritik #PercumaLaporPolisi dan #1Hari1Oknum.
Dua tagar itu mengkritisi tindakan oknum anggota yang dinilai kerap melakukan kekerasan dan mengabaikan laporan masyarakat.
"Kekerasan berlebihan yang dilakukan oleh Polri dimunculkan ada kekerasan pada saat penanganan unjuk rasa termasuk pada saat rekan-rekan bertugas dan menerima laporan yang belum jelas.
Sehingga akhirnya terjadi penembakan dan ini juga di mata masyarakat ini menjadi 1 penilaian," kata Sigit saat menghadiri acara Rakor Anev Itwasum Polri 2021 pada Jumat (17/12/2021).
Sigit kemudian menjelaskan Korps Bhayangkara kembali mendapatkan kritik melalui tagar #NoViralNoJustice.