Kamis, 21 Mei 2026

News Video

NEWS VIDEO Snowdrop Didera Petisi, JTBC Beri Klarifikasi

JTBC mengumumkan pernyataan terkait drama baru mereka, Snowdrop, yang diterpa kontroversi.

Tayang:
Editor: Wahyu Triono

TRIBUNKALTIM.CO - JTBC mengumumkan pernyataan terkait drama baru mereka, Snowdrop, yang diterpa kontroversi.

Dilansir Soompi, awal mula kontroversi itu muncul pada Maret lalu terkait dengan kecurigaan distorsi sejarah.

Pihak JTBC dengan tegas membantah kabar tersebut diikuti oleh perilisan dua pernyataan atas kekhawatiran publik.

Namun kontroversi itu kembali muncul setelah penayangan episode perdana dan kedua Snowdrop pada 18 dan 19 Desember 2021.

Sebuah petisi online yang diajukan ke Kantor Kepresidenan atau Blue House, pada 18 Desember.

Petisi itu menuntut penayangan drama tersebut dihentikan.

Baca juga: NEWS VIDEO Snowdrop Kena Petisi, Para Sponsor Mulai Menarik Diri

Penuntut mengkritik beberapa aspek drama, termasuk penggunaan lagu simbolis untuk gerakan demokratisasi.

Petisi tersebut telah ditandatangani lebih dari 300.000 tanda tangan pada 21 Desember 2021 pukul 00.00 waktu Korea.

Munculnya kontroversi tersebut membuat banyak sponsor mengumumkan keputusan untuk mundur dari drama Snowdrop.

JTBC kemudian merilis pernyataan untuk menanggapi kontroversi tersebut.

“Pertama-tama, latar belakang dan motif peristiwa penting dalam Snowdrop adalah masa rezim militer. Latar belakang ini berisi cerita fiktif tentang penguasa yang yang berkolusi dengan Korea Utara untuk mempertahankan kekuasaan,” kata JTBC.

Baca juga: NEWS VIDEO BLACKPINK Dikritik Karena Promosikan Drama Jisoo Snowdrop

“Snowdrop merupakan karya kreatif yang menampilkan kisah-kisah pribadi antarindividu yang dimanfaatkan dan dikorbankan oleh penguasa,” tutur JTBC.

JTBC juga menambahkan bahwa tidak ada mata-mata yang memimpin gerakan demokratisasi di Snowdrop.

Menanggapi kabar tentang kecurigaan distorsi sejarah dan penghinaan gerakan demokratisasi, JTBC akan menyelesaikannya melalui kemajuan plot drama.

Tidak bisa mengungkap lebih banyak jalan cerita drama, JTBC meminta pemirsa untuk mengawasi plot drama kedepannya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved