Kamis, 9 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Rencana Pembangunan Terowongan Gunung Manggah Dimulai 2022

Pemerintah Kota Samarinda terus mematangkan rencana pembangunan terowongan di Gunung Manggah

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HANIFAN MA'RUF
Walikota Samarinda, Andi Harun menjelaskan rencana pembangunan terowongan gunung Manggah yang akan mulai dilakukan pembangunan fisiknya pada tahun 2022.TRIBUNKALTIM.CO/HANIFAN MA'RUF 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA- Pemerintah Kota Samarinda terus mematangkan rencana pembangunan terowongan di Gunung Manggah.

Studi kelayakan atau feasibility study mengenai rencana terowongan yang menghubungkan jalan Sultan Alimuddin dan jalan Kakap di kecamatan Samarinda Ilir telah selesai dilakukan.

Maka dari hasil studi kelayakan yang ada, Pemkot Samarinda menyimpulkan terowongan aman dan memungkinkan untuk dibangun di lokasi tersebut.

Walikota Samarinda, Andi Harun mengkonfirmasi setelah menerima pemaparan studi kelayakan dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, tahapan selanjutnya pembangunan fisik terowongan bisa dilakukan mulai tahun 2022.

Untuk pembangunan fisik terowongan ini, anggaran yang diperlukan sekitar Rp 419 miliar, Pemkot Samarinda sendiri telah menganggarkan Rp 110 miliar untuk tahap pembangunan pada tahun depan.

Baca juga: PUPR Masih Menunggu Pengukuran Topografi untuk Pembangunan Terowongan di Samarinda

Baca juga: Walikota Samarinda Targetkan Pembangunan Fisik Terowongan Mulai Tahun 2022

Baca juga: Walikota Samarinda Andi Harun Tinjau Lokasi Proyek Terowongan, Petakan Pembebasan Lahan

"Hasil feasibility study secara teknis sangat memungkinkan membangun terowongan di lokasi itu, jadi kita sudah bisa lanjut, karena ini multiyears, jadi kita bagi pembangunannya dalam tiga tahun," sebut Andi Harun di balaikota, Rabu (23/12/2021).

Berdasarkan feasibility study, terowongan yang akan dibangun sepanjang 710 meter yang terdiri dari beberapa bagian yakni inlet atau jalur masuk, outlet atau jalur keluar, bagian tunnel dan non tunnel.

Di tengah terowongan diperkirakan akan ada bagian non tunnel atau open cut sepanjang 60 meter sebelum setelahnya akan disambung dengan terowongan lagi hingga keluar di sekitar jalan Kakap.

Walikota belum membeberkan lokasi persis dimana titik masuk dan keluar terowongan tersebut, karena saat ini masih tahap pembahasan desain terowongan.

Untuk lahan yang digunakan, Pemkot memperkirakan akan memerlukan biaya Rp 20 miliar hingga Rp 30 miliar, dimana sebelum proses pembangunan dilakukan, tahapan sosialisasi ke masyarakat juga akan dilaksanakan.

"Lahannya sudah siap, memang ada di salah satu sisi kita perlu ada Pembebasan lahan, kita akan lakukan secara bertahap," jelas Andi Harun lagi.

Baca juga: BREAKING NEWS Walikota Samarinda Tinjau Lokasi Proyek Terowongan di Bukit Selili

Untuk saat ini biaya yang dianggarkan masih berasal dari APBD kota Samarinda, seiring berjalannya waktu, Andi Harun mengemukakan akan mencari kemungkinan sumber pembiayaan lainnya guna membantu rencana pembangunan terowongan yang dilakukan dengan skema tahun jamak ini.

"Untuk saat ini dari beberapa aspek teknis, intinya di lokasi memungkinkan untuk kita bangun, saat ini masih dalam kemungkinan desain teknis, tahapan sosialisasi dan lainnya akan kita lakukan lebih lanjut," pungkasnya

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved