Natal dan Tahun Baru
Perdebatan Soal Beri Ucapan Selamat Natal, Simak Penjelasan Buya Arrazy Mengutip 2 Fatwa Besar
Buya Arrazy dalam podcast Deddy Corbuzier ikut beri penjelasan terkait ucapan selamat natal bagi umat muslim.
Penulis: Briandena Silvania Sestiani | Editor: Ikbal Nurkarim
TRIBUNKALTIM.CO - Perdebatan soal seorang umat muslim beri ucapan selamat Natal masih menjadi polemik, simak penjelasan Buya Arrazy mengutip 2 fatwa besar.
Hari Raya Natal telah tiba, perayaan hari besar keagamaan umat Kristiani segera digelar.
Akan tetapi polemik yang memperdebatkan soal seorang muslim boleh tidak mengucapkan Selamat Natal rupanya terus terjadi hampir disetiap tahunnya di tengah masyarakat.
Seperti yang diketahui, umat Nasrani merayakan hari raya Natal pada 25 Desember setiap tahunnya.
Namun, pertanyaan yang sering dijumpai tiap tahunnya saat hari Natal tiba adalah, bolehkah umat muslim mengucapkan selamat Natal bagi umat Nasrani yang merayakannya?
Baca juga: 45 Ucapan Selamat Natal 2021, Berbagi Keberkahan, Cocok Untuk Story WhatsApp dan Medsos
Baca juga: Pastikan Ibadah Malam Natal Lancar,Kapolda Bersama Pangdam dan Wali Kota Kunjungi Gereja Bethany FoG
Baca juga: Pelaksanaan Ibadah Malam Natal di Balikpapan Terpantau Kondusif
Buya Arrazy dalam podcast Deddy Corbuzier ikut beri penjelasan terkait ucapan selamat natal bagi umat muslim.
Buya Arrazy menyebutkan bahwa ada dua fatwa besar.
Pertama, di Mesir. Pimpinan Universitas Al-Azhar, Gramd Syekh Al-Ahzar Syekh Amad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb, seseorang yang setara dengan Perdana Menteri dan punya otoritas hukum Islam yang sangat kuat, membolehkan mengucapkan Selamat Natal.
Karena pada dasarnya mengucapkan selamat natal bukan akidah, namun muammalah yang bukan merupakan persoalan ibadah.
Selain itu, di Mesir para ulama di Darul Ufta sepakat jika ucapan selamat natal bukan bagian dari akidah.
"Itu pandangan mereka, maksud saya jika ulama selevel mereka berfatwa seperti itu dan mereka adalah kiblat bagi keilmuan Islam dari masa ke masa, apakah mereka kemudian disebut tidak lurus?" ucap Buya Arrazy.
Kedua kata Buya Arrazy datang dari Arab Saudi.
Baca juga: Lengkap, Surat Edaran Kementrian Agama, Aturan Pelaksanaan Ibadah Natal 2021, Cek Kapasitas Ruangan
Menurutnya, pandangan ini yang diikuti oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Pandangan dari fatwa ini cenderung keluar dari perdebatan mencari yang aman, memilih untuk tidak mengucapkan selamat natal, khawatir karena ada fatwa yang mengatakan itu persoalan akidah.
Buya Arrazy menyebutkan sebenarnya pandangan mayoritas di tingkat dunia cenderung ke pandangan Mesir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/deddy-buyaaa.jpg)