Rabu, 22 April 2026

Berita Berau Terkini

Minat Kerja di Sektor Sawit Berau Rendah, Dinas Perkebunan Minta Dukungan Perusahaan

Asosiasi Petani Sawit Mandiri, mengakui masih kekurangan tenaga untuk peningkatan produksi,

Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/RENATA LAVENIA
Plt Kepala Dinas Perkebunan, Amran Arif, menuturkan, pihaknya mengelola 5 komoditas unggulan. Seperti kakao, lada, Kelapa dalam, karet dan termasuknya sawit. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Asosiasi Petani Sawit Mandiri, mengakui masih kekurangan tenaga untuk peningkatan produksi.

Pihaknya meminta dukungan Dinas Perkebunan Berau, untuk memberikan banyak penyuluhan terkait peningkatan produksi, dan peningkatan sumber daya manusia petani terutama sasaran mereka yakni anak muda.

Ketua Asosiasi Petani Sawit Mandiri, Mupit Datusahlan sebelumnya menjekaskan saat ini harga sawit dan bisnisnya seumpama diatas awan dan harga sedang tinggi-tingginya.

Namun, untuk peningkatan produksi masih sangat kurang.

Baca juga: Benarkah Koin Rp 1000 Kelapa Sawit Dijual Mahal? Ada Kolektor Hargai Rp 300 Ribu per Keping

Baca juga: Petani Sawit di Kembang Janggut Keluhkan Kendaraan Roda 10 Angkut Kayu Gelondongan Lewat Jalan Umum

Baca juga: UMK 2022 di Nunukan Segera Ditetapkan, Buruh Sawit di Perbatasan Minta Kenaikan Upah

Sesuai data Asosiasi Petani Sawit Mandiri, rata-rata kebutuhan pengelola kebun sawit berada di angka hingga 1.000 orang untuk memaksimalkan produktivitas. Tetapi, produktivitas sawit dari luasan 5-10 hektar hanya bisa mencapai 30 persen saja.

“Baik untuk mandiri maupun data yang diperoleh dari perusahaan, saat ini masih memerlukan tenaga kerja hampir 1.000 orang untuk memaksimalkan luasan tanaman sawit untuk bisa panen maksimal, tapi harus diakui memang kurang,” jelasnya kepada Tribunkaltim.co, Minggu (26/12/2021).

Mupit menjelaskan, masing-masing petani bisa saja memanami sebanyak 5 hingga 10 hektar, lantaran memiliki modal dan lahan. Tetapi, untuk merawat dan memanen tidak bisa mengandalkan satu orang saja.

Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Dinas Perkebunan Berau, Amran Arif bahwa yang perlu diperhatikan, pihaknya mengelola 5 komoditas unggulan. Seperti kakao, lada, Kelapa dalam, karet dan termasuknya sawit.

Menurutnya, berbicara terkait permintaan tersebut, hal itu masih mejadi tanggung jawab bersama.

Lantaran pihaknya masih harus membina kokoditas unggulan lainnya.

“Terkait sawit ada tanggung jawab lain, seperti adanya kemitraan dari perusahaan,” bebernya.

Sebab, jika seluruhnya dari Dinas Perkebunan Berau, justru dapat terbentur, belum lagi sumber dana yang tidak selalu maksimal dan SDM yang juga kurang.

“Makanya kita berbagi tugas kerja, sawit banyak yang kemitraan dengan perusahaan, mereka ikut melatih sdm dan mencarinya, jika sdm bagus, kan perusahaan juga yang akan untung,” tegasnya.

Sementara itu, pihaknya terus berkomitmen untuk peningkatan produksi dengab memberikan bantuan secara fisik maupun bibit. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved