Berita Kutim Terkini
Kecamatan Rantau Pulung di Kutai Terendam Banjir, Empat Desa Terdampak
Tingginya curah hujan jelang akhir tahun 2021 ini menyebabkan sejumlah kecamatan di Kabupaten Kutai Timur terendam banjir.
Penulis: Syifaul Mirfaqo |
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Tingginya curah hujan jelang akhir tahun 2021 ini menyebabkan sejumlah kecamatan di Kabupaten Kutai Timur terendam banjir.
Begitupun beberapa desa di Kecamatan Rantau Pulung, Kabupaten Kutai Timur yang ikut mengalami peningkatan debit air sehingga meluap ke jalan dan permukiman warga.
Camat Rantau Pulung, Mulyono mengatakan, air mengalami kenaikan sejak semalam dan beberapa rumah warga ada yang terendam.
"Mulai tadi malam air naik, tapi yang masuk ke rumah warga hanya beberapa rumah saja dan tidak dalam," ucapnya pada TribunKaltim.co, Selasa (28/12/2021).
Beberapa desa yang terendam banjir, yakni Desa Margomulyo, Desa Pulung Sari, Desa Kebon Agung, dan Desa Tanjung Labu.
Baca juga: Antisipasi Banjir Rob di Balikpapan, BPBD Kerahkan Personel Bantu Warga
Baca juga: Atasi Banjir di Samarinda, Cairkan Anggaran Rp 50 Miliar dengan Wujud 3 Proyek Multi Years
Tinggi air bervariasi mulai dari sebetis pria dewasa hingga masuk ke rumah-rumah warga.
Kendati belum ada dampak serius yang dialami warga, Mulyono mengatakan, bencana ini masih ditangani sendiri melalui pemerintah desa.
Termasuk juga beberapa pihak lain seperti Muspika dan pihak kecamatan yang senantiasa memonitor kondisi banjir dan bersiaga apabila air terus mengalami kenaikan.
"Kami bersama kades dan muspika terus memonitor, saat ini belum ada yang mengungsi, jika air terus naik, akan dilakukan evakuasi," ucapnya.
Mulyono juga menjelaskan ada beberapa desa yang terisolir akibat banjir sebab akses menuju desa yang tidak bisa dilalui kendaraan.
Baca juga: Atasi Banjir di Bontang, Pemkot Canangkan Bangun Polder di Gunung Telihan Seluas 25 Ha
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan perusahaan di Kecamatan Rantau Pulung untuk melakukan perbaikan darurat di jalur alternatif agar warga tidak terisolir.
"Rencana tadi mau pinjam perahu karet untuk akses jalan yang terendam, tapi hasil koordinasi terbaru kami akan langsung dilakukan perbaikan darurat di jalan eks porodisa sehingga warga terisolir," ujarnya.
Kendati demikian, saat ini air mulai surut ditambah dengan cucaca cerah yang mendukung penurunan air.
Camat Rantau Pulung berharap agar air bisa terus mengalami penurunan sehingga warga bisa kembali beraktivitas seperti biasa. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/camat-rantau-pulung-mulyono-memantau-sejumlah-desa-yang-tergenang-banjir.jpg)