Rabu, 22 April 2026

Pernik

Harjumansyah Koleksi 1.000 Layang-layang, Pengalaman Masa Kecil Jatuh ke Parit tapi Puas Juara Satu

Harjumansyah Koleksi 1.000 Layang-layang, Pengalaman Masa Kecil Jatuh ke Parit tapi Puas Juara Satu

Penulis: Nevrianto |
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Harjumansyah Koleksi 1.000 Layang-layang, Pengalaman Masa Kecil Jatuh ke Parit tapi Puas Juara Satu. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Harjumansyah koleksi 1.000 layang-layang, pengalaman masa kecil jatuh ke parit tapi puas juara satu.

Terbang bagi sejumlah kalangan memang asyik, bisa merasakan angin dan sekaligus mengendalikan diri maupun permainan.

Seperti pehobi layangan, Harjumansyah, warga Perumahan Bumi Sambutan Asri Blok K, Kota Samarinda.

Harjumansyah mengaku senang menerbangkan layangan dengan bantuan angin dan keadaan alam sejak masih di Sekolah Dasar (SD) sekitar akhir tahun 70an.

Bermain layang-layang terus menjadi hobinya hingga kini di zaman era digital.

"Yang disukai bermain layangan seru. Dari mulai melihat sampai memiliki dan bermain layangan. Enak dan bangganya sampai kelewatan apalagi kalau menang layangan aduan rasanya luar biasa,” katanya.

Harjumansyah koleksi 1.000 Layang-layang di Samarinda, Kalimantan Timur.
Harjumansyah koleksi 1.000 Layang-layang di Samarinda, Kalimantan Timur. (TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO)

Harjumansyah mengisahkan, awal suka layangan lantaran mengejar layangan putus atau biasa disebut limbung.

“Terus belajar bermain kemudian akhirnya bisa membuat layangan sendiri," kata Harjumansyah.

Pria akrab di sapa Juma ini mengakui bermain layangan ada hikmahnya terlebih di tengah pandemi Covid-19.

Ketika seorang bermain layangan berarti terjemur matahari terus bisa sampai seharian. Misalkan kalau ada lomba peserta bisa bermain layangan dari jam 10 atau jam 11 siang sampai senja. Bahkan jika lombanya berlangsung dua hari maka bisa dimulai jam 13.00 WITA sampai senja.

Jadi sugestinya lebih terpapar matahari bisa lebih sehat, dan tak perlu takut warna kulit gelap.

Harjumansyah koleksi 1.000 Layang-layang di Samarinda, Kalimantan Timur.
Harjumansyah koleksi 1.000 Layang-layang di Samarinda, Kalimantan Timur. (TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO)

Kenangan Juma memainkan layangan yakni bermain dari dataran tanah hingga bermain di atap rumah atau bangunan.

Menurutnya saat bermain tinggi-tinggian atau penjurak itu sebagai contoh keseruan bermain layangan.

"Saya pernah waktu masih anak-anak di Jalan Tarmidi mengejar layangan putus atau limbung, karena pandangan mata tertuju keatas dan tak cermat melihat keadaan lalu lintas, maka saya diserempet motor jatuh,” ungkapnya.

Untungnya kondisi dirinya aman dan tak luka. Tapi ternyata cukup membuat masyarakat kampung heboh karena ada anak kecil ditabrak pengendara bermotor waktu itu.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved