Minggu, 19 April 2026

Sejarah Hari Ini

Hari Braille Sedunia Diperingati 4 Januari, Apa Itu Braille? Sejarah dan Mengapa Perlu Diperingati

Ada Hari Braille Sedunia yang diperingati setiap tahunnya pada 4 Januari. Apa itu Braille?

pixabay/Myriams-Fotos
Hari Braille Sedunia diperingati setiap tahunnya pada 4 Januari. 

TRIBUNKALTIM.CO - Ada Hari Braille Sedunia yang diperingati setiap tahunnya pada 4 Januari.

Apa itu Braille?

Apa alasan diperingati 4 Januari sebagai Hari Braille Sedunia?

Mengapa Hari Braille Sedunia perlu diperingati?

Braille merupakan suatu media atau alat bantu komunikasi yang digunakan para penyandang tunanetra.

Baca juga: 1 Januari, Hari Keluarga Sedunia, Bagaimana Sejarahnya dan Mengapa Perlu Diperingati?

Braille sendiri merupakan tokoh tunanetra yang memiliki nama lengkap Louis Braille yang menciptakan media atau alat tersebut di Prancis pada abad ke-19 yang tujuannya untuk memudahkan para tunanetra untuk membaca dan menulis.

Mengutip laman resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Braille adalah representasi taktil simbol alfabet dan numerik menggunakan enam titik untuk mewakili setiap huruf dan angka, dan bahkan simbol musik, matematika dan ilmiah.

Braille digunakan oleh orang tuna netra dan sebagian terlihat untuk membaca buku dan majalah yang sama seperti yang dicetak dalam font visual.

Braille sangat penting dalam konteks pendidikan, kebebasan berekspresi dan berpendapat, serta inklusi sosial, sebagaimana tercermin dalam pasal 2 Konvensi Hak Penyandang Disabilitas.

Sebagaimana mengutip laman NationalToday, Hari Braille Sedunia pada tanggal 4 Januari diperingati untuk menghormati kelahiran penemu Braille, Louis Braille.

Hadiah Braille kepada dunia telah mencerahkan kehidupan jutaan orang di seluruh dunia yang tunanetra, dan mereka mendapat manfaat dari pekerjaannya setiap hari.

Hari itu juga mengakui bahwa mereka yang memiliki gangguan penglihatan berhak mendapatkan standar hak asasi manusia yang sama seperti orang lain.

Baca juga: Sejarah Hari Ini, 64 Tahun Lalu, Provinsi Kalimantan Timur Terbentuk

Louis Braille adalah seorang warga negara Prancis yang kehilangan penglihatannya sejak kecil ketika dia secara tidak sengaja menikam matanya sendiri dengan penusuk ayahnya.

Sejak usia 10 tahun, ia menghabiskan waktu di Royal Institute for Blind Youth di Prancis, di mana ia merumuskan dan menyempurnakan sistem titik timbul yang akhirnya dikenal sebagai Braille.

Braille menyelesaikan pekerjaannya, mengembangkan kode berdasarkan sel dengan enam titik, memungkinkan ujung jari untuk merasakan seluruh unit sel dengan satu sentuhan dan bergerak cepat dari satu sel ke sel berikutnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved