Minggu, 12 April 2026

Sejarah Hari Ini

Sejarah Hari Ini, 64 Tahun Lalu, Provinsi Kalimantan Timur Terbentuk

Tahukah kamu jika Provinsi Kalimantan Timur tempat calon Ibu Kota baru Indonesia terbentuk pada 1 Januari 1957?

Penulis: Briandena Silvania Sestiani | Editor: Rafan Arif Dwinanto
google.com/maps
Peta Kalimantan Timur - Kalimantan Timur terbentuk pada 1 Januaeri 1957. 

TRIBUNKALTIM.CO - Tahukah kamu jika Provinsi Kalimantan Timur tempat calon Ibu Kota baru Indonesia terbentuk pada 1 Januari 1957?

Ya, tepat 64 tahun yang lalu, Provinsi Kalimantan Timur terbentuk.

Provinsi Kalimantan Timur adalah sebuah provinsi yang berada di bagian ujung timus yang berbatasan dengan negara tetangga Malaysia, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, hingga Sulawesi.

Setelah terjadinya pemekaran menjadi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur merupakan provinsi terluas ketiga setelah Papua dan Kalimantan Tengah.

Bagaimana asal mula dari Provinsi Kalimantan Timur ini bisa terbentuk?

Baca juga: Binda Kaltim Telah Salurkan 6.236 Dosis Vaksin Covid-19 di Paser

Baca juga: Sekprov Kaltim Sabani Ingatkan ASN Dilarang Keluar Kota

Baca juga: 236 Pejabat di Pemprov Kaltim Dilantik Gubernur Isran Noor Hari Ini, Ini Kata Kepala BKD

Mengutip laman resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, sebelum masuknya suku-suku dari Sarawak dan suku-suku pendatang dari luar pulau, wilayah ini sangat jarang penduduknya.

Sebelum kedatangan Belanda terdapat beberapa kerajaan yang berada di Kalimantan Timur, diantaranya adalah Kerajaan Kutai (beragama Hindu), Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura, Kesultanan Pasir dan Kesultanan Bulungan.

Menurut Hikayat Banjar, wilayah Kalimantan Timur (Pasir, Kutai, Berau, Karasikan) merupakan sebagian dari wilayah taklukan Kesultanan Banjar, bahkan sejak jaman Hindu.

Dalam Hikayat Banjar menyebutkan bahwa pada paruh pertama abad ke-17 Sultan Makassar meminjam tanah sebagai tempat berdagang meliputi wilayah timur dan tenggara Kalimantan kepada Sultan Mustain Billah dari Banjar.

Pada waktu Kiai Martasura diutus ke Makassar dan mengadakan perjanjian dengan I Mangngadaccinna Daeng I Ba’le’ Sultan Mahmud Karaeng Pattingalloang.

Yaitu Sultan Tallo yang menjabat mangkubumi bagi Sultan Malikussaid Raja Gowa tahun 1638-1654 yang akan menjadikan wilayah Kalimantan Timur sebagai tempat berdagang bagi Kesultanan Makassar (Gowa-Tallo), dengan demikian mulai berdatanganlah etnis asal Sulawesi Selatan.

Sejak 13 Agustus 1787, Sultan Tahmidullah II dari Banjar menyerahkan Kalimantan Timur mejadi milik perusahaan VOC Belanda.

Dan Kesultanan Banjar sendiri dengan wilayahnya yang tersisa menjadi daerah protektorat VOC Belanda.

Sesuai traktat 1 Januari 1817, Sultan Sulaiman dari Banjar menyerahkan Kalimantan Timur, Kalimatan Tengah, sebagian Kalimantan Barat dan sebagian Kalimantan Selatan (termasuk Banjarmasin) kepada Hindia-Belanda.

Baca juga: Update Covid-19 di Kaltim, Gubernur Isran Noor Minta Warga Tetap Waspada

Pada tanggal 4 Mei 1826, Sultan Adam al-Watsiq Billah dari Banjar menegaskan kembali penyerahan wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, sebagian Kalimantan Barat dan sebagian Kalimantan Selatan kepada pemerintahan kolonial Hindia Belanda.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved