Film Layangan Putus

Layangan Putus Viral, Diangkat dari Kisah Nyata, Cerita Aslinya yang Kisahkan Akhir Tokoh Utama

Web Series Layangan Putus yang dibintangi Reza Rahardian, Putri Marino dan Anya Geraldine tengah jadi pembahasan di media sosial.

Editor: Heriani AM
Instagram wetvindonesia
Poster web series Layangan Putus. Kisah Layangan Putus Mommy ASF viral, kini web seriesnya bikin gregetan. 

18.09

Adzan magrib berkumandang. Alman anak ketiga ku pulang kerumah setengah jam yang lalu, ia bersemangat menemuiku dan memamerkan hasil tulisan arab nya yang di nilai 90 oleh guru mengajinya. Bahagia itu sederhana. Dia senang sekali mendapat hadiah permen dari ustadzah karena sudah berhasil menghapal surah AL Asr.

Amir, Arya, dan Alman berlomba meraih tanganku untuk berpamitan, bergegas menuju mushola dan berlari, berlomba siapa yang lebih dulu sampai untuk menunaikan ibadah sholat maghrib.
Haru bahagia menyeruak ke dadaku.
MasyaAlloh.

Bahagia itu sederhana

Mushola memang tak berjarak jauh dari rumah. Hanya terhalang satu rumah dari tempat kami tinggal. Anak anak sudah biasa berangkat sholat dan mengaji sendiri. Ini salah satu yang membuat aku terus berusaha mempertahankan rumah ini. Lokasi mushola yang sangat dekat dari rumah dan rasa kekeluargaan yang sangat erat antar tetangga ditengah keberadaan minoritas kami, menjadikanku sangat nyaman dan betah disini.

#4

19.58

Anak anak masih belum pulang dari mushola, mereka mengerjakan sholat isya disana.

Arya memang tidak pulang sedari magrib tadi, berbeda dengan kakak dan adeknya. Amir dan Alman memilih makan malam selepas magrib di rumah. Sedangkan Arya di hari senin dan kamis terbiasa ikut buka puasa sunnah bersama di mushola.
Kulipat mukena dan sajadah ku, kurapikan tempat tidur kami.
Geruduk geruduk duk duk..
Langkah kaki anak anak berlomba menaiki tangga menyerbu masuk kekamarku
“assalamualaikum…” teriak mereka hampir bersamaan. Masing masing antri memelukku.
“mommi tadi makan nya pakai sateeee” laporan Arya.
“hooo abang Arya tadi gak pulang setelah magrib makan di mushola toh?” aku pura pura tidak tahu
“iyaa ini kan senin”
“hooo iya ya hehe.. mommi ga dibawain sate nih?” ucapku menggoda nya
“weeee ga boleeh.. kalau mau mommi ke mushola aja besok besok” aku hanya tersenyum mendengarnya.
Kupinta mereka segera berganti baju, bersikat gigi dan pipis.
Kutanya mereka apakah ada tugas sekolah atau tidak. Kompak semua menjawab tidak ada. Jadi kami habiskan malam itu dengan bermain di Kasur, mencoba jurus asal asalan ala boboiboi, kartun kesukaan mereka yang berasal dari negeri seberang. Hingga waktu nya tidur tiba, pukul 21.00. Tak jarang waktu tidur akan tiba lebih awal kalau salah satu diantara mereka mengalami ‘kecelakaan’ dalam bercanda. Signal kecelakaan muncul jika salah satu atau dua atau tiga atau bahkan keempatnya menangis.

#5

22.54

Kupandangi wajah mereka satu satu, terlelap dalam ketenangan malam.

Kuciumi mereka dan terus kubisiki kata maaf. Kuusap rambut mereka perlahan, kembali kata maaf yang terucap untuk mereka.

Aku, 32th, perantauan dari pelosok daerah. Hidup di bali sudah 14 tahun. Aku menjalani Pendidikan dokter hewan di universitas negeri udayana tahun 2004. Pulang kampung 2011 hanya untuk menikah, kemudian kembali ke bali karena suamiku bekerja disini.

Suamiku, yang kini sudah resmi menjadi mantan. Perbedaan umur 7 tahun bukan jaminan sebuah hubungan akan berjalan tanpa hambatan.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved