Senin, 27 April 2026

Berita Kutim Terkini

Janda dan Single Parent di Kutim Minta Pendidikan Vokasi, Kadisnakertrans Angkat Bicara

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutim mendapat permintaan khusus

Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/SYIFAUL MIRFAQO
Kepala Disnakertrans Kutim merespon adanya permintaan dari janda dan single parent untuk diikutsertakan dalam pelatihan berbasis vokasi, Rabu (12/1/2022). TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutim mendapat permintaan khusus dari warga dengan status janda dan single parent.

Pasalnya, Disnakertrans Kutim terus-menerus menggelar pelatihan berbasis vokasi guna meningkatkan kemampuan warga usia produktif di daerahnya di Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur

Menariknya, beberapa waktu lalu sejumlah warga saat mengikuti rapat dengar pendapat di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kutai Timur atau DPRD Kutim, mengungkapkan, keinginan mereka terkait pelatihan vokasi bagi janda dan single parent.

Menanggapi keinginan warga ini, Kepala Disnakertrans Kutim, Sudirman Latif, mengapresiasi semangat dari para single parents atau janda tersebut dalam meningkatkan taraf hidup melalui pelatihan.

Baca juga: 40 Janda di Penajam Paser Utara Dapat Bantuan dari Pemda dan Pemprov Kaltim

Baca juga: Kontribusi Nyata Astra Group untuk Pendidikan Vokasi di Kaltim, Bina 2.091 SMK Seluruh Indonesia

Baca juga: Anggota DPR RI Dukung Pendidikan Vokasi, Pionir SDM yang Tepat Guna di Lokasi Ibu Kota Negara Baru

Tetapi, ternyata belum banyak diketahui kalau pihaknya telah menawarkan beberapa jenis pelatihan.

Seperti tata boga dan menjahit yang sasarannya tentu warga usia produktif termasuk janda san single parent.

"Kami tentu memberikan apresiasi, jadi kami tawarkan pelatihan menjahit dan tata boga atau memasak," ucapnya, Rabu (12/1/2022).

Namun ternyata opsi ini mendapat respon yang kurang antusias dari warga, sebab kedua jurusan pelatihan tersebut dianggap kurang diminati sebagai pekerjaan yang menunjang kehidupan.

Baca juga: Balikpapan Dinilai Ideal Kembangkan Pendidikan Vokasi di Kaltim Untuk Sambut Ibu Kota Negara

Padahal, Disnakertrans Kutim menginginkan pihak yang diberikan pelatihan tersebut bisa mengembangkan bisnis dibidang itu, bukan hanya sekedar memasak atau menjahit saja.

Mereka ditawarkan malah jawabnya masa pendidikan tinggi dikasih pelatihan masak dan menjahit.

"Padahal kita mengusahakan mereka supaya mengembangkan bisnisnya bukan masak atau jahitnya," ujarnya.

Diharapkan dengan adanya pelatihan ini, alumni peserta mampu berjuang sebagai pioneer dan terus mengembangkan kemampuan sehingga mandiri secara kecakapan dan finansial.

Bahkan bila memungkinkan, merekalah yang nantinya menciptakan lapangan pekerjaan di daerah dengan merekrut pekerja lain, bukan sebagai pekerja lagi.

Baca juga: Revitalisasi Pendidikan Vokasi, DPRD Kaltim Belajar ke Jateng yang Sudah Terapkan Sejak 2017

Kendati demikian, Sudirman Latief mengatakan bahwa pihaknya akan merespon dengan baik usulan ini dan tetap memberikan edukasi terkait maksud dan tujuan adanya pelatihan berbasis vokasi.

"Cuma nanti akan kita berikan edukasi lagi untuk mengembangkan ini tadi," katanya.

"Jadi tidak hanya berpatokan pada pelaksanaan saja, tapi untuk jangka panjangnya seperti bisnis ini tadi," ujarnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tRibunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved