Breaking News:

Berita Balikpapan Terkini

Nakes RSPB Lakukan Pengecekan Kesehatan Bagi Karyawan Tribun Kaltim

RS Pertamina Balikpapan (RSPB) lakukan pengecekan kesehatan bagi karyawan Tribun Kaltim, dua masalah kesehatan ini paling banyak ditemukan.

Penulis: Bella Evanglista | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/NIKEN DWI SITONINGRUM
RS Pertamina Balikpapan (RSPB) lakukan pengecekan kesehatan bagi karyawan Tribun Kaltim, dua masalah kesehatan ini paling banyak ditemukan, Kamis (13/1/2022).TRIBUNKALTIM.CO/NIKEN DWI SITONINGRUM 

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN- RS Pertamina Balikpapan (RSPB) lakukan pengecekan kesehatan bagi karyawan Tribun Kaltim, dua masalah kesehatan ini paling banyak ditemukan, Kamis (13/1/22).

Sekira pukul 09.00 WITA, antrian karyawan telah terlihat di pintu masuk kantor menunggu giliran untuk dilakukan pengecekan kesehatan oleh tenaga kesehatan (nakes) RSPB.

Menurut Liza Permatasari, Humas RSPB, pengecekan kali ini meliputi gula darah, asam urat, kolestrol, dan tekanan darah.

Selain melakukan pengecekan, karyawan Tribun Kaltim juga dapat melakukan konsultasi dengan ahli gizi, untuk menentukan jenis pola makan yang cocok jika hasil pengecekan menunjukan adanya masalah kesehatan.

"Berdasarkan hasil tes darah, masalah kesehatan yang paling banyak dialami oleh peserta kali ini adalah kolestrol.

Ada anggapan yang seringkali salah, di mana kita berpikir bahwa orang yang badannya kurus, pasti kolestrolnya stabil.

Padahal tidak juga, buktinya ada beberapa orang yang mengikuti pengecekan tadi badannya kecil dan berusia di bawah 30 tahun, tapi memiliki tingkat kolestrol di atas 200," beber Liza.

Baca juga: Momentum 1 Muharram 1443 H, Walikota Rahmad Masud Resmikan Masjid Asy Syifa di RSPB

Baca juga: Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong di Balikpapan, RSPB Beri Vaksin Sinopharm kepada 300 Pekerja

Baca juga: Berat Badan Naik Usai Lebaran? Begini Tips Atur Porsi Makan dengan Prinsip 3J dari Ahli Gizi RSPB!

Menurutnya, hal ini disebabkan oleh pola makan dan gaya hidup.

Santapan seperti gorengan dan makanan yang telah melalui proses pengolahan panjang berisiko tinggi meningkatkan kadar kolestrol dalam tubuh.

"Apalagi ditambah dengan pemikiran bahwa badan kurus boleh makan apa saja, sehingga segala bentuk makanan disantap tanpa memperkirakan jumlah kalori yang sudah masuk," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved