Gempa Banten

Gempa Banten, Pandeglang Paling Terdampak, Warga Masih Mengungsi, BMKG: Akibat Aktivitas Subduksi

Update gempa Banten, kerusakan terjadi paling banyak di Kabupaten Pandeglang, Banten. Warga yang khawatir terjadi gempa susulan pun masih mengungsi,

(Dokumentasi warga)
Dampak gempa 6,7 M menyebabkan kerusakan rumah warga di Kabupaten Pandeglang, Banten 

BMKG menyampaikan, gempa yang mengguncang kawasan Banten dan terasa hingga Jakarta ini merupakan gempa dangkal.

Sementara penyebab gempanya akibat aktivitas subduksi.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi," ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com.

Kemudian, berdasar hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Atap rumah warga Pandeglang Banten roboh akibat gempa berkekuataan M 6,7 yang melanda wilayah itu pada Jumat
Atap rumah warga Pandeglang Banten roboh akibat gempa berkekuataan M 6,7 yang melanda wilayah itu pada Jumat (ist/tribunnews)

Warga Pandeglang mengungsi

Warga Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten memutuskan mengungsi ke dataran lebih tinggi.

Meski BMKG sudah mengeluarkan informasi bahwa gempa yang terjadi tidak berpotensi disusul tsunami.

"Sebagian masyarakat sudah lari ke Taman Jaya Girang ke dataran tinggi," kata salah satu warga Taman Jaya, Kecamatan Sumur, Pandeglang melalui video.

Sumur menjadi pusat gempa berkekuatan Magnitudo 6,7 terjadi pada Jumat (14/1/2022) pukul 16.05 WIB

Warga lainnya, Riffa menceritakan saat ini sebagian warga di pesisir pantai mencari lokasi aman dan menutuskan meninggalkan rumah.

Baca juga: Gempa Sumur Banten Terasa hingga Jakarta, Gempa Terjadi Saat Cuaca Buruk Warga Tasikmalaya Panik

Mereka menuju dataran lebih tinggi seperti di Kecamatan Cimanggu.

Warga khawatir terjadi gempa susulan dan tsunami. Sebab, warga masih trauma bencana tsunami tahun 2018 lalu yang juga menerjang wilayahnya.

"Ini saya sama warga yang lain sedang mengungsi takut ada gempa susulan. Mengungsi ke Cimanggu (dataran tinggi), kata Riffa.

Ketua Tagana Pandeglang Ade Mulyana mengatakan, warga di pesisir pantai terutama di Sumur panik karena gempa yang terjadi cukup besar.

Terdapat kerusakan bangunan rumah dan fasilitas publik di Kecamatan Sumur, Pandeglang

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved