Benarkah Telinga Berdengung Karena Lagi Digosipin? Ini 3 Masalah Telinga & Penyebabnya Secara Ilmiah
Telinga ternyata sering mengalami beberapa hal atau masalah tapi jarang ada yang bisa menyebutkan apa penyebabnya.
TRIBUNKALTIM.CO - Teman-teman, telinga ternyata sering mengalami beberapa hal atau masalah tapi jarang ada yang bisa menyebutkan apa penyebabnya.
Bahkan, ada beberapa hal yang dialami dengan telinga dikait-kaitkan dengan penjelasan yang tidak ilmiah, salah satunya bila telinga berdengung maka Kamu sedang dibicarakan orang lain, benarkah demikian?
Telinga manusia digunakan untuk mendengarkan dan menerima getaran suara untuk diteruskan ke otak.
Dalam proses mendengarkan ini, kita sering mengalami gangguan, seperti berdengung, tidak dapat mendengar sementara, hingga menolak mendengarkan.
Baca juga: Apa Itu Nilai Tukar dan Kenapa Dollar AS Jadi Patokan? Cek Sejarah dan 10 Mata Uang Terendah di 2021
Kita semua pernah mengalami ketiga hal ini, namun tidak semua orang tahu apa yang jadi penyebabnya.
Nah, saat ini Bobo akan merangkum penjelasan ilmiah dari ketiga masalah pada telinga ini.
Yuk, simak ulasannya seperti dilansir Bobo.id di artikel berjudul 3 Hal yang Sering Dialami Telinga, tapi Jarang Ada yang Tahu Penyebabnya.
1. Telinga Menolak Mendengar Suara Tertentu
Teman-teman, sekarang kamu bayangkan jika ada seseorang menggaruk tembok atau papan tulis menggunakan kukunya, apa yang kamu lakukan?
Dengan membaca kalimat tersebut saja, kita otomatis merasa merinding dan mengernyitkan dahi karena membayangkan suaranya.
Dilansir dari Livescience, banyak ilmuwan melakukan penelitian terhadap beberapa orang mengenai jenis suara yang mengganggu telinga.
Kebanyakan orang ternyata tidak suka suara garpu yang menggesek piring, suara sterofoam yang digesekkan, dan kuku yang menggaruk papan tulis.
Penelitian dilakukan dengan cara memeriksa hubungan antara suara mengganggu dengan telinga manusia.
Hasilnya, ternyata suara yang mengganggu dapat menyebabkan tubuh mengalami stres sehingga kulit merinding tiba-tiba.
Ini terjadi karena telinga manusia hanya merasa nyaman pada frekuensi-frekuensi bunyi tertentu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kompascom-daun-telinga.jpg)