Breaking News:

Berita Penajam Terkini

Polda Kaltim Tetapkan Tersangka Kasus Pengadaan Lampu Jalan di PPU, Dirkrimsus: Nominalnya Fantastis

Proyek pengadaan lampu penerangan jalan umum (LPJU) ini berada di sepanjang Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU.

TRIBUNKALTIM/MOHAMMAD ZEIN R
Direktur Reskrimsus Polda Kaltim, Kombes Pol Indra Lutrianto Amstono 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Direktur Reskrimsus Polda Kaltim, Kombes Pol Indra Lutrianto Amstono mengatakan pihaknya telah menetapkan tersangka berinisial S yang merupakan Eks Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

"Dia terindikasi telah menyalahgunakan wewenang terkait dengan pengadaan lampu penerangan jalan umum (LPJU). Modusnya menggelembungkan anggaran," ujar Indra, Sabtu (15/1/2022)

Proyek pengadaan lampu penerangan jalan umum (LPJU) ini di sepanjang Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU.

Dinas PUPR pada tahun anggaran 2017-2018 mengadakan 500 buah lampu yang menghabiskan anggaran hingga Rp 6,4 Miliar itu.

Berdasarkan pemetaan Polda Kaltim, tersangka S dipastikan tidak bekerja sendiri.

Kata Indra, tidak sedikit pihak lain yang terlibat dalam pengadaan LPJU itu.

Baca juga: Bupati Penajam Paser Utara AGM Ditangkap di Lobi Mal, Uang Rp 1 M dan Barang Belanjaan Ikut Disita

Namun begitu, dirinya belum merincikan terkait pihak yang terlibat dalam tindak pidana dari pengadaan fasilitas umum dengan anggaran milyaran tersebut.

Hanya saja, ia memastikan proses pengerjaannya sendiri melibatkan berbagai vendor.

Salah satunya, berlokasi di kawasan Bandung, Provinsi Jabar.

Eks Diresnarkoba Polda Sulut itu membeberkan, awal mulai terendusnya indikasi penyalahgunaan wewenang tersebut setelah pihaknya mendengar informasi dari masyarakat. Persisnya sekira di tahun 2019 lalu.

"Dan setelah dicek, ternyata ada selisih dari biaya yang seharusnya. Nominalnya fantastis, itu setelah kami periksa dari pihak terkait," sambung Indra.

Hingga tersangka ditetapkan, Polda Kaltim bersama Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mencatat kerugian negara atas penyalahgunaan wewenang tersebut mencapai Rp 1,5 miliar.

Saat ini, Direktorat Reskrimsus Polda Kaltim masih mengumpulkan sejumlah barang bukti untuk dilimpahkan ke Kejaksaan.

"Jadi kita masih mendalami keterangan saksi, bukti juga masih dikumpulkan. Nanti akan disampaikan di kesempatan berikutnya soal saksi dan barang buktinya apa saja," pungkas Indra. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved