Berita Samarinda Terkini
Kenakan Busana Adat Kutai pada Upacara Hari Jadi Kota Samarinda, Walikota Ungkap Alasannya
Upacara hari jadi ke-354 Kota Samarinda pada Jumat (21/1/2022), Walikota Samarinda, Andi Harun terlihat mengenakan pakaian adat Kutai.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Upacara hari jadi ke-354 Kota Samarinda pada Jumat (21/1/2022), Walikota Samarinda, Andi Harun terlihat mengenakan pakaian adat Kutai.
Tak hanya Andi Harun, pakaian yang diketahui bernama Takwo itu juga dikenakan oleh seluruh tamu undangan, baik jajaran pemerintah kota Samarinda dan anggota DPRD kota Samarinda yang mengikuti upacara di lapangan parkir GOR Segiri tersebut.
Andi Harun mengenakan pakaian setelan hitam disertai motif emas lengkap dengan peci hitam, serta lilitan sarung khas Samarinda bercorak merah menutupi bagian bawah.
Dengan pakaian tersebut, nuansa Kutai cukup terasa pada momen peringatan hari jadi ke-354 kota Samarinda tersebut.
Andi Harun mengungkapkan alasan pemilihan pakaian adat Kutai tersebut untuk dikenakan pada upacara tersebut bersama para tamu undangan pada kesempatan itu.
Baca juga: Hari Jadi ke-354 Kota Samarinda, Pemkot Gelar Upacara Peringatan di Lapangan Parkir GOR Segiri
Baca juga: Ziarah ke Makam Daeng Mangkona, Andi Harun Sampaikan Pesan Jelang Hari Jadi Kota Samarinda
Baca juga: Jelang Peringatan Hari Jadi ke-354 Kota Samarinda, Andi Harun Ziarah ke Makam Walikota Pendahulu
"Pemilihan kostum bercorak Kutai dan sarung itu pengingat atas peristiwa sejarah bahwa Samarinda sebelumnya adalah bumi yang tergabung dalam Kesultanan Kutai Ing Martadipura," jelas Andi Harun seusai upacara.
"Artinya kita tidak boleh melupakan sejarah, sehingga kita memilih pakaian yang bagian atasnya berciri ornamen Kutai, yang berpadu dengan ikon Samarinda," tuturnya.
Orang nomor satu di Samarinda itu pun menjelaskan secara detail komposisi pakaian yang dikenakannya pada saat itu.
"Seperti yang kalian lihat, ini motif bunga yang tumbuh di Kukar, dan ada corak tambangan dan juga pesut, ditambah sarung di bagian bawahnya dengan penggabungan ini membuat kita mengingat sejarah itu," cetusnya menjelaskan.
Kaitan Samarinda dengan Kesultanan Kutai Ing Martadipura oleh walikota Samarinda ini bukan kali ini saja diungkapkan.
Saat meresmikan taman baru kawasan tepian di jalan Slamet Riyadi pada bulan November 2021 lalu, Andi Harun juga menamainya dengan Taman Bebaya yang juga berasal dari bahasa Kutai.
Baca juga: Hari Jadi Kota Samarinda Banjir Diskon Belanja, Pemkot Serahkan Sepenuhnya ke Pelaku Usaha
Andi Harun juga menuturkan alasan yang sama pada saat itu bahwasanya keberadaan kota Samarinda tidak terlepas dari sejaran dan kaitannya dengan kesultanan Kutai Ing Martadipura yang berjaya kala itu.
"Bahkan secara psikologis, sampai hari ini kita masih tergabung, dan hal itu tidak boleh terputus," pungkasnya.
Upacara peringatan hari jadi ke-354 kota Samarinda dan ulang tahun ke-62 Pemkot Samarinda yang dimulai sejak pukul 08.00 WITA tersebut dihadiri oleh seluruh unsur pimpinan daerah.
Juga hadir mantan walikota sebelumnya, Syaharie Jaang dan keluarga walikota Samarinda terdahulu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/walikota-andi-harun-mengenakan-takwo-pakaian-adat-kutai.jpg)