Viral Edy Mulyadi

VIRAL Edy Mulyadi Sebut Pasar Ibu Kota Baru untuk Kuntilanak, Kalimantan Trending di Twitter

Menurut Edy Mulyadi bahwa ibu kota negara akan dipindah ke Kalimantan yang disebutnya sebagai tempat jin membuang anak

Editor: Ikbal Nurkarim
HO/PUPR
ILUSTRASI Lokasi calon Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur. Edy Mulyadi bahwa ibu kota negara akan dipindah ke Kalimantan yang disebutnya sebagai tempat jin membuang anak viral di media sosial. 

TRIBUNKALTIM.CO - Nama pulau Kalimantan jadi perbincangan di media sosial.

Bahkan di media sosial Twitter Kalimantan jadi trending dengan 9 ribu lebih tweet.

Kalimantan trending di Twitter tidak lepas dari pernyataan Edy Mulyadi belum lama ini.

Edy Mulyadijadi sorotan usai menyebutkan Kalimantan sebagai tempat jin membuang anaknya.

Video dugaan penghinaan oleh Edy Mulyadi terhadap Kalimantan pun menjadi viral di Twitter.

Bahkan video milik Edy Mulyadi, diduga menghina Kalimantan menjadi sorotan.

Baca juga: Berikut Titik-titik Jalan yang akan Segera Diperbaiki oleh PUPR Kalimantan Timur

Baca juga: Dinas PUPR Kaltim Beber Kendala Memperbaiki Jalan Antar Kabupaten di Kalimantan Timur

Baca juga: Akses Jalan Poros Trans Kalimantan Melalui Bentian Besar di Kubar Lumpuh Total akibat Banjir

Dikutip dari akun Twitter @YRadiato yang membagikan video Edy Mulyadi, pada 22 Januari 2022, Edy Mulyadi menyuarakan terkait dengan IKN atau Ibu Kota Negara yang akan dipindahkan ke Kalimantan.

Menurut Edy Mulyadi bahwa ibu kota negara akan dipindah ke Kalimantan yang disebutnya sebagai tempat jin membuang anak.

"Bisa memahami enggak, ini ada sebuah tempat elite punya sendiri yang harganya mahal," ujar Edy dari video viral tersebut.

"Punya gedung sendiri lalu dijual pindah ke tempat jin buang anak," sambungnya.

Bahkan Edy Mulyadi menyebut pasar bagi Ibu Kota Baru adalah kuntilanak dan genderuwo.

"Pasarnya siapa?" jelasnya.

"Kalau pasarnya kuntilanak, genderuwo ngapain ngebangun disana," sambungnya.

Untuk menguatkan pendapatnya, Edy Mulyadi menanyakan lokasi tempat tinggal dimana rekan yang ada disebelahnya berada.

"Enggak ada, nih sampean tinggal dimana om?" ungkapnya.

"Mana mau tinggal di Gunungsari pindah ke Kalimantan Panajam sana untuk beli rumah disana," sambungnya.

postingan akun YRadionto jadi perbincangan usai posting dugaan penghinaan terhadap Kalimantan.
postingan akun YRadionto jadi perbincangan usai posting dugaan penghinaan terhadap Kalimantan. (postingan akun twitter @YRadianto)

Baca juga: 5 Kampung Terisolasi di Kubar akibat Banjir Setinggi Satu Meter, Jalan Poros Trans Kalimantan Lumpuh

Edy Mulyadi pun menertawai salah satu orang memberikan suaranya dan berteriak bahwa hanya monyet yang mau menjadi warga Ibu Kota Baru.

"Gua mau jadi warga Ibu Kota Baru, mana mau," ujarnya.

"Hanya monyet," teriak seorang pria yang tidak tau keberadaanya.

Hingga kini video tersebut telah viral dan Kalimantan trending topic di Twitter saat ini.

Reaksi netizen

@Hasbi "Kami orang Kalimantan dianugerahi oleh Tuhan sifat sabar dan berbesar hati, krn sudah terbiasa dihina seperti ini. Ibukota baru adalah hadiah dari Jokowi dimasa akhir pengabdiannya. Semoga menjadi stimulus pembangunan bagi seluruh masyarakat di pulau Kalimantan,"

"Sy orang kalimantan merasa tersunggung pernyataan oramg ini. Pasti panjang urusannya seperti oramg ini ditangkap," ungkap @rosadijamani

"He he.. ditangkap untuk dimaafkan dan dilepaskan.. kan sudah ada edaran Kapolri
@ListyoSigitP bhw yg begini boleh minta maaf dan dilepaskan," kata @kh_notodiputro

"Udah parahhh mulutnya ini..sangat menghina rakyat kalimantan… saya pernah tinggal si kaimantan timur.. di paser penajam, bahkan lbh jauh, kabupaten paser.. asyik2 aja kok!! ini orang kurang piknik.. mulutnya jahatt!! Harus ditangkapp!!," jelas akun @SpiritAlam

Baca juga: Syarat Ekowisata Bisa Maju di Kalimantan Timur, Pengamat Berikan Resepnya

Fakta Baru Nusantara Dipilih Jadi Nama IKN di Kaltim

Sejumlah hal baru mengemuka menyusul dipilihnya kata Nusantara sebagai nama Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kaltim, salah satunya adalah reaksi masyarakat.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo memilih Nusantara untuk menjadi nama IKN baru yang berlokasi di Kaltim.

Lokasi IKN nantinya berada di dua kabupaten yang ada di Kaltim, yakni di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Nama Nusantara terpilih menjadi nama IKN baru, mengalahkan lebih dari 80 nama yang sudah diajukan Bappenas kepada Presiden Jokowi.

Berikut sejumlah fakta seputar dipilihnya nama Nusantara untuk IKN di Kaltim yang sudah dirangkum TribunKaltim.co:

Alasan Jokowi

Akhirnya terungkap alasan presiden Joko Widodo alias Jokowi pilih nama Nusantara buat Ibu Kota Negara alias IKN.

Ya, nama IKN yang sedang dibangun di kabupaten PPU dan Kutai Kartanegara itu ternyata sudah disiapkan sejak terbitnya Surat Presiden (Surpres) tentang Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) pada 29 September 2021 lalu.

Namun, baru disampaikan saat Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mendapat izin dipublish setelah mendapatkan konfirmasi langsung presiden Joko Widodo.

Baca juga: Bahas Perlindungan Jaminan Sosial Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Kalimantan Bertemu Gubernur Kalbar

Senin 17 Januari 2022, Suharso Monoarfa membocorkan nama ibu kota negara (IKN) yang baru.

Jokowi memberi nama Nusantara untuk wilayah IKN yang dibangun di Kalimantan Timur.

"Saya baru mendapatkan konfirmasi langsung dari Bapak Presiden pada Jumat, dan beliau mengatakan ibu kota negara ini namanya Nusantara," kata Suharso dalam rapat Pansus IKN di Gedung DPR, Jakarta, Senin (17/1/2021) dikutip dari Kompas.TV.

Ia menjelaskan, nama IKN tersebut sebenarnya dikirimkan berbarengan dengan Surat Presiden (Surpres) tentang Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) pada 29 September 2021 lalu.

"Mengenai nama ibu kota semula memang ingin dimasukkan pada waktu penugasan surpres itu, tapi kemudian ditahan," ujarnya.

Ia menyebut, alasan Presiden Jokowi memutuskan nama IKN baru adalah Nusantara lantaran itu sudah dikenal sejak lama.

"Alasannya adalah Nusantara sudah dikenal sejak dulu dan ikonik di internasional," katanya.

Ia berharap nama Nusantara sebagai ibu kota negara baru tersebut bisa menggambarkan ke-Nusantaraan Indonesia. Dia mengklaim semua pihak setuju dengan nama yang diputuskan oleh Presiden Jokowi ini.

"Mudah-mudahan dan menggambarkan kenusantaraan kita semua, Republik Indonesia, dan saya kira kita semua setuju dengan istilah Nusantara itu," kata dia. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved